Rencana Pemindahan Ibu Kota Diklaim Tak Akan Munculkan Makelar Tanah

Kompas.com - 11/07/2017, 21:06 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meyakini rencana pemindahan ibu kota tak akan memunculkan makelar tanah.

Pasalnya, salah satu syarat calon wilayah ibu kota baru adalah seluruh lahannya dikuasai oleh pemerintah.

"Enggak (akan memunculkan makelar tanah). Karena itu (lahan) sudah dikunci, karena itu tanah negara," kata Basuki, seusai bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Basuki juga menjelaskan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil telah melaporkan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait lahan calon ibu kota.

Selain status lahan negara, hal lain yang dikaji adalah dari segi topografi dan risikonya, misalnya risiko bencana banjir.

Selain itu, pemerintah juga akan melihat apakah lahan itu termasuk kawasan hutan atau tidak. Basuki mengklaim, pemerintah tidak akan merusak hutan yang ada.

"Kami kan ingin nanti namanya Garden City atau Forestry City. Makanya didesain bagus," kata Basuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Bernardus Djonoputro sebelumnya mengatakan, Kementerian ATR atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) harus mengawasi rencana pemindahan ibu kota.

Pasalnya, pemindahan ibu kota memiliki risiko besar terhadap peningkatan harga lahan.

Langkah pertama adalah penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Peraturan Zonasi (PZ), dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.