IMF: Target Rasio Pajak Indonesia Sangat Ambisius

Kompas.com - 12/07/2017, 18:14 WIB
Sejumlah warga mengikuti program Amnesti Pajak di Kantor Pajak Kota Tangerang, Jumat (30/9/2016). Hari ini hari terakhir pelaporan pengampunan pajak tahap pertama, Program ini diadakan untuk meringankan pembayaran pajak. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah warga mengikuti program Amnesti Pajak di Kantor Pajak Kota Tangerang, Jumat (30/9/2016). Hari ini hari terakhir pelaporan pengampunan pajak tahap pertama, Program ini diadakan untuk meringankan pembayaran pajak.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputy Managing Director IMF Mitsuhiro Furusawa menilai target rasio pajak Indonesia terlalu ambisius.

Pada 2019 nanti, pemerintah menargetkan rasio pajak mencapai 16 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tetapi IMF mendukung upaya Indonesia itu," ujarnya di sela-sela acara Konferensi Pajak Internasional di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Saat ini, rasio pajak Indonesia baru mencapai 10,3 persen. Artinya untuk mencapai target 16 persen, rasio pajak butuh tumbuh 5,7 persen dalam tempo 2 tahun.

IMF menilai pertumbuhan rasio pajak sebesar 5 persen selama dua tahun sangat tidak mungkin terjadi. Hal itu berkaca dari berbagai pengalaman sejumlah negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui target rasio pajak 16 persen bukan perkara mudah. Namun tutur ia, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin mencapai target itu.

"Kami akan mencoba untuk tingkat aspirasi yang tinggi supaya seluruh jajaran pajak juga memahami bahwa kita masih jauh dari yang kami inginkan," kata Sri Mulyani.

Saat ini, ucap perempuan yang kerap disapa Ani itu, tim reformasi pajak adang berjalan. Melalui upaya reformasi pajak, pemerintah berharap rasio pajak bisa naik perlahan.

Ia yakin, reformasi pajak mampu menaikan rasio pajak 1 persen tanpa harus menaikan tarif pajak yang justru akan membebani masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.