Kompas.com - 14/07/2017, 11:30 WIB
Angkutan kota (Angkot) ber-AC yang menjadi pilot project dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tersebut bertrayek 02 rute Pondok Gede-Terminal Bekasi yang dimiliki oleh pasangan Darisman (46) dan Rosi (47), di Bekasi, Selasa (4/7/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahAngkutan kota (Angkot) ber-AC yang menjadi pilot project dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tersebut bertrayek 02 rute Pondok Gede-Terminal Bekasi yang dimiliki oleh pasangan Darisman (46) dan Rosi (47), di Bekasi, Selasa (4/7/2017).
|
EditorAprillia Ika

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengadakan dialog dengan berbagai pihak terkait transportasi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pada kesempatan itu, Menhub Budi Karya memperoleh keluhan soal angkot di Balikpapan. Jumlah angkot di Balikpapan dinilai sudah terlalu banyak.

Selain itu, permasalahan lain adalah kemungkinan kenaikan tarif angkot, namun dirasa bakal memberatkan warga.

Menanggapi hal tersebut, Budi mengakui permasalahan terkait angkot terjadi tak hanya di Balikpapan, namun di berbagai kota di Indonesia. Sehingga, perlu dilakukan pembenahan pada sarana transportasi angkot.

"Masalah angkot di mana-mana dan memang kebutuhan. Angkotnya banyak, orangnya (penumpang) tidak bertambah," kata Budi, Jumat (14/7/2017).

Budi menyatakan, perlu dilakukan revitalisasi angkot. Agar tidak menimbulkan kemacetan karena banyaknya jumlah angkot, maka jumlah armada perlu dikendalikan.

Selain itu, perlu pula dilakukan perampingan jurusan-jurusan yang sudah padat. Pun harus dilakukan pula perampingan jumlah angkot di jurusan yang sudah padat tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia memberi contoh, di Bekasi dan Bogor misalnya, beberapa angkot dijadikan satu menjadi satu bis berkapasitas 20 hingga 30 orang sehingga tidak membuat kemacetan lalu lintas.

Selain itu, layanan juga harus ditingkatkan, termasuk fasilitas pendingin udara.

"Taksi pakai AC, masa angkot tidak pakai AC? Selain itu, antrian (angkot) panjang, jadi macet. Di Jakarta, Surabaya, Bogor diajukan pakai angkutan yang lebih besar," ungkap Budi.

(Baca: Pertama Kali, Kemenhub Luncurkan Angkot Ber-AC di Bekasi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.