Bappenas Datangkan Ahli yang Berpengalaman soal Pemindahan Ibu Kota

Kompas.com - 14/07/2017, 20:33 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menyampaikan sambutan dalam Dialog Kebijakan: Demografi Indonesia dan Masa Depan yang Diinginkan, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menyampaikan sambutan dalam Dialog Kebijakan: Demografi Indonesia dan Masa Depan yang Diinginkan, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2017).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan ahli dari luar negeri akan terus mendampingi tim kajian pemindahan ibu kota. Nantinya, ahli tersebut dijadikan narasumber terkait kajian pemindahan ibu kota ke tiga lokasi di Pulau Kalimantan yang telah dibuat tim Bappenas.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, narasumber tersebut juga akan dimintakan pendapat apakah pemindahan ibu kota di kota yang dituju sudah sesuai atau belum.  Tentunya ahli tersebut berasal dari Negara yang telah memindahkan ibu kota sebelumnya seperti, Amerika Serikat, Australia, dan Myanmar. 

"Kita kan harus belajar dari mereka yang pengalaman langsung dalam proses pemindahan pusat pemerintahan," ujar Bambang saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (14/7/2017). 

Mantan Menteri Keuangan ini menuturkan, ahli juga akan menjabarkan apa-apa hal terburuk dalam pemindahan ibu kota.  "Kita harus tahu sisi sulitnya, sisi keuntungan, kerugiannya segala macam. Jadi namanya narasumber ya kita tanyakan apa pendapatnya," tutur dia.

Meski demikian, Bambang enggan mengungkapkan hasil kajian yang telah dilakukan tim dari Bappenas.

Contoh pemindahan ibu kota antara lain, pemindahan ibu kota Kazakhstan dari Almaty ke Astana. Kemudian, pemindahan ibu kota Nigeria dari Lagos ke Abuja, pemindahan ibu kota Myanmar dari Yangoon ke Naypyidaw, serta pemindahan ibu kota Brazil dari Rio de Janiero ke Brazilia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.