Salin Artikel

Ingin Kaya di Usia 40-an? Lakukan 4 Hal Ini di Usia 30-an

NEW YORK, KOMPAS.com - Menjadi kaya tentu merupakan sebuah cita-cita. Apalagi menjadi kaya di usia 40 tahunan, sehingga ketenangan terwujud saat masa pensiun tiba.

Agar dapat kaya di usia 40 tahunan sebenarnya dapat diwujudkan sejak usia 30 tahunan.

Akan tetapi, usia 30 tahunan biasanya merupakan periode hiruk pikuk keuangan, mulai dari membeli rumah, hingga membesarkan anak.

"Hal terbaik adalah ketika kita memiliki opsi. Ketika Anda menciptakan rencana (keuangan) yang baik di usia 30 tahunan dan mewujudkan rencana itu, maka kita akan memiliki banyak opsi saat mencapai usia 40-an," kata analis keuangan dan pendiri Spectrum Management Leslie Thompson seperti dikutip dari CNBC, Jumat (14/2/2020).

Nah, Anda dapat mewujudkan cita-cita menjadi kaya di usia 40-an. Berikut 4 hal yang dapat Anda lakukan.

1. Perbarui dana darurat

Para perencana keuangan menyarankan Anda memupuk dana darurat yang minimal setara biaya hidup tiga hingga enam bulan. Anda bisa memulai upaya ini sejak usia 20-an.

Akan tetapi, usia 30-an adalah masa di mana Anda harus memperbarui tujuan menabung Anda.

Sejalan dengan meningkatnya pengeluaran, maka besaran dana darurat juga harus ditingkatkan.

Sambil mengevaluasi dana darurat, ada baiknya juga mempertimbangkan kembali di mana Anda menyimpannya.

Para pakar menyarankan dana darurat disimpan dalam bentuk rekening tabungan atau instrumen likuid lainnya.

Rumah barangkali adalah pembelian dengan nilai terbesar yang kita lakukan sepanjang hidup. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan matang-matang sebelum membeli rumah.

Langkah pertama, cek skor kredit dan menabunglah untuk membayar uang muka alias down payment (DP).

Untuk menabung dana agar bisa membeli rumah, cobalah untuk mengotomasikan tabungan Anda.

"Menabung untuk DP bisa membuat kredit rumah Anda lebih dapat dikelola dengan baik dan bisa jadi memungkinkan Anda membeli rumah dengan harga lebih mahal," ungkap Thompson.

3. Persiapkan pensiun

Memiliki pondasi yang kuat sebelum memasuki masa pensiun adalah langkah yang Anda tentukan sendiri, menurut perencana keuangan bersertifikat Stephen O'Hara.

Menurut O'Hara, cara terbaik untuk mempersiapkan masa pensiun adalah membuka rekening tabungan pensiun atau bekerja di perusahaan yang menyediakan tunjangan pensiun.

Ketika memasuki usia 30 tahun, Anda disarankan memiliki tabungan pensiun yang saldo awalnya setara gaji. Ketika berusia 35 tahun, saldo tabungan pensiun Anda harus minimal dua kali lipat dari gaji tahunan.

Idealnya, target kontribusi ke tabungan pensiun adalah minimal 15 persen dari gaji tahunan.

Di usia 30-an, banyak perubahan yang terjadi dari sisi finansial. Sehingga, kata Thompson, Anda harus cermat dalam mengelola pengeluaran dan tabungan.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melihat gambaran besar tujuan keuangan Anda. Kemudian, pilih tiga hal yang menjadi fokus.

Misalnya adalah membeli rumah, liburan ke luar negeri bersama keluarga, dan melunasi utang.

Lakukan kalkulasi jumlah uang yang harus disisihkan setiap bulan untuk mencapai masing-masing tujuan itu dengan target waktu yang jelas.

Kemudian, imbuh O'Hara, cek tagihan-tagihan dan pengeluaran Anda. Dengan ini, Anda bisa mengetahui pos pengeluaran yang dapat dikurangi atau dipangkas,nmisalnya makan di luar atau hiburan.

https://money.kompas.com/read/2020/02/14/063200926/ingin-kaya-di-usia-40-an-lakukan-4-hal-ini-di-usia-30-an

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
Luhut: 'Travel Bubble' Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Luhut: "Travel Bubble" Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Whats New
BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.