Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perang Israel-Hamas Bikin Bursa Saham AS Menguat

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,4 persen atau 134,65 poin dan ditutup pada level 33.739,30. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,52 persen, berakhir pada posisi 4.358,24, dan Nasdaq Komposit bertambah 0,58 persen pada posisi 13.562,84.

Patokan imbal hasil Treasury AS dengan tenor 10 tahun turun hampir 13 basis poin menjadi sekitar 4,65 persen. Ini terjadi karena investor mencari aset yang aman di tengah konflik Israel-Hamas. Langkah ini mencerminkan reaksi pertama terhadap konflik Israel-Hamas di pasar obligasi AS.

Harga minyak juga melemah setelah reli di sesi sebelumnya, yang memberikan kelegaan bagi investor. Jatuhnya imbal hasil mengangkat harga saham pada perdagangan Selasa.

Di sisi lain, Wall Street masih khawatir atas kenaikan suku bunga yang sangat cepat baru-baru ini. Investor juga mulai mengabaikan risiko geopolitik yang disebabkan oleh perang Israel-Hamas, hal ini dibantu oleh laporan penggajian bulan September yang lebih kuat dari perkiraan dan optimisme menjelang laporan pendapatan korporasi pada kuartal ketiga minggu ini.

Sebagai informasi, Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada hari Sabtu. Hal ini mendorong Israel untuk menyatakan perang terhadap Hamas. Serangan ini menandai serangan paling mematikan dalam 50 tahun terakhir.

“Saya pikir penurunan imbal hasil telah mendukung pasar ekuitas secara luas. Hal ini juga memberikan kelegaan bagi pasar karena mungkin ada semacam puncak dalam imbal hasil yang bergerak naik dengan cepat dalam beberapa minggu terakhir,” kata Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior Edward Jones mengutip CNBC.

“Ada semacam harapan yang mungkin muncul, dan kemungkinan kita berada di akhir siklus pengetatan The Fed, serta kenaikan suku bunga,” tambah Mahajan.

Dia mencatat bahwa investor juga mengantisipasi data inflasi yang akan dirilis minggu ini, dimana indeks harga produsen akan dirilis pada hari Rabu dan indeks harga konsumen akan dirilis pada hari Kamis.

Titik terang lainnya selama sesi perdagangan hari ini adalah saham berkapitalisasi kecil, dimapana Russell 2000 yang merupakan patokan indeks perusahaan kapitalisasi kecil dan indeks S&P Small Cap 600 masing-masing naik lebih dari 1 persen. Russell naik hampir 1 persen sepanjang tahun ini, dan merukan kenaikan hari kelima berturut-turut.

Kepala investasi Gratus Capital Todd Jones mengatakan, beberapa investor mencatat reli pada hari Selasa sebagai konsekuensi dari pasar yang telah memperhitungkan sentimen negatif dan berada dalam kondisi oversold. Dia memperkirakan kuartal keempat akan datar meskipun ekspektasi untuk kuartal ketiga memerlukan pertumbuhan pendapatan yang positif.

“Gambaran inflasi masih sangat, sangat buruk,” kata Jones.

Sementara itu, saham PepsiCo mengalami kenaikan 1,9 persen setelah perusahaan pembuata minuman dan makanan itu melaporkan hasil kinerja kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan dan menaikkan prospek pendapatannya.

Beberapa perusahaan energi dan industri melanjutkan pergerakan positif mereka pada hari Selasa, diaman Enphase Energy melonjak 5 persen, dan Generac Holdings bertambah 3,8 persen.

https://money.kompas.com/read/2023/10/11/073000826/perang-israel-hamas-bikin-bursa-saham-as-menguat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke