Bernanke Kurangi Stimulus, Ini Tanggapan Menkeu

Kompas.com - 20/06/2013, 11:36 WIB
Muhammad Chatib Basri KOMPAS/PRIYOMBODOMuhammad Chatib Basri
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Chatib Basri ikut berkomentar soal rencana Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Ben Bernanke yang mengurangi stimulus moneternya. Pemerintah akan mewaspadai dampak dari kebijakan Bernanke.

"Pengaruh global pasti ada karena Bernanke menyatakan bahwa quantitative easing akan berakhir pada 2014. Tentu dampaknya di emerging market," kata Chatib saat ditemui di kantor BI Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Chatib menambahkan, pemerintah akan mengantisipasi dampak tersebut dengan terus melakukan koordinasi dengan otoritas terkait, terutama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

"Kami dan BI selalu berkoordinasi tentang hal ini. Kami juga sudah rapat membahas hal tersebut," tambahnya.

Dengan adanya penghentian stimulus dari Bank Sentral Amerika Serikat, Chatib menjelaskan hal tersebut akan berdampak ke pasar. "Tentu akan ada pressure terhadap market. Tapi kita akan bisa mengaturnya," jelasnya.

Seperti diberitakan, The Fed kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi mulai akhir tahun ini dan mengakhirinya pada akhir 2014. "Jika data ekonomi yang dirilis ke depannya sesuai prediksi dan membaik secara konsisten, komite mempertimbangkan untuk mengurangi nilai pembelian obligasi secara bertahap pada akhir tahun ini," jelas Bernanke Rabu (19/6/2013) waktu setempat di Washington.

Dia menambahkan, jika data ekonomi secara keseluruhan sejalan dengan prediksi perekonomian, "Kami akan terus mengurangi nilai pembelian hingga paruh pertama tahun depan, dan mengakhiri pembelian obligasi sekitar pertengahan tahun."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Bernanke menekankan bahwa the Fed tidak memiliki rencana pasti untuk mengakhiri program pembelian aset tersebut. "Jika Anda mengambil kesimpulan bahwa saya akan mengakhiri kebijakan ini pertengahan tahun depan, Anda salah. Karena, kebijakan kami berkaitan erat dengan apa yang terjadi pada perekonomian AS. Jika ekonomi belum membaik seperti yang kami prediksikan, kita akan terus menambah dukungan," tegas Bernanke.

Bernanke menyampaikan pidatonya setelah the Federal Open Market Committe kemarin menyatakan pihaknya akan terus mempertahankan kebijakan pembelian obligasi bulanan senilai 85 miliar dollar AS hingga melihat adanya penurunan risiko atas outlook perekonomian dan pasar tenaga kerja AS yang memburuk beberapa waktu lalu.

The FOMC kembali menegaskan, pihaknya tengah mempersiapkan untuk meningkatkan atau mengurangi nilai pembelian tergantung pada outlook pasar tenaga kerja dan inflasi. Sekadar informasi tambahan, Bernanke tengah berupaya meningkatkan neraca keuangan the Fed menjadi 4 triliun dollar AS seiring targetnya untuk mengurangi angka pengangguran di level 7,6 persen dalam kurun waktu empat tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X