Asian Agri Akan Bayar Tagihan Pajak Sesuai Kemampuan

Kompas.com - 21/06/2013, 17:45 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asian Agri akan membayar pajak dan denda sesuai kemampuan keuangan perusahaan.

Head of Tax Asian Agri Gunawan Sumargo mengatakan jumlah kewajiban yang harus dibayar itu cukup besar, yaitu Rp 1,25 triliun. Jumlah tersebut melebihi total keuntungan dari 14 perusahaan di dalam grup Asian Agri pada periode 2002-2005 yang hanya sebesar Rp 1,24 triliun.

"Pada dasarnya kami sudah kooperatif terhadap pembayaran pajak perusahaan," katanya dalam konferensi pers, Jumat (21/6/2013).

Sementara itu, General Manager Grup Asian Agri Freddy Widjaya menjelaskan, kemungkinan jumlah pajak yang harus dibayar bisa mencapai Rp 4,4 triliun. Menurutnya, tidak ada negara manapun di dunia ini yang memungut pajak dengan nilai lebih dari 100 persen keuntungan perusahaan.

Untuk itu, perseroan menganggap surat ketetapan pajak (SKP) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang diperkuat oleh putusan Mahkamah Agung dinilai tidak tepat. Ini lantaran  Asian Agri tidak pernah didakwa dan tidak pernah diberi kesempatan membela diri.

"Meski demikian, kami tetap patuh terhadap hukum dan peraturan yang berlaku dengan melakukan pembayaran pajak," kata Freddy.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan segera menagih sanksi administrasi atas pidana pajak yang melibatkan 14 perusahaan kelompok Asian Agri Group. Suwir Laut selaku Manajer Pajak Asian Agri Group waktu itu terbukti memanipulasi data pajak di 14 perusahaan tersebut selama tahun 2002-2005.

”Ada 14 perusahaan dalam Asian Agri Group yang dikenai surat ketetapan pajak kurang bayar (SKPKB). Minggu depan diharapkan SKPKB untuk semua wajib pajak tersebut sudah bisa diterbitkan,” kata Kepala Seksi Hubungan Eksternal Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) Chandra Budi.

Mengacu amar putusan Mahkamah Agung (MA) atas kasus pidana pajak dengan terdakwa Suwir Laut per Januari 2013, telah terjadi manipulasi data pajak penghasilan badan dan pajak penghasilan Pasal 26 pada 14 perusahaan kelompok Asian Agri Group selama tahun 2002-2005. Hal tersebut menimbulkan pajak terutang sekitar Rp 1,26 triliun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X