Kompas.com - 21/08/2013, 07:56 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Rabu (21/8/2013), masih diwarnai maraknya sentimen negatif. Valutasi saham-saham unggulan yang sudah turun diharapkan memunculkan kesempatan beli di harga bawah sehingga dapat mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan.

Sentimen variatif datang dari bursa Wall Street di tengah isu pokok pengurangan pembelian obligasi oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Semalam waktu Indonesia, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 0,05 persen; tapi Indeks S&P 500 naik 0,38 persen dan Indeks Komposit Nasdaq naik 0,68 persen.  Sentimen positif datang dari bursa Jepang yang dibuka menguat pagi ini.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 138,54 poin (3.21 persen) ke level 4.174,98 dengan jumlah transaksi sebanyak 14,8 juta lot atau setara dengan Rp 8,6 triliun. Investor asing mencatat penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 2,265 triliun dengan saham yang paling banyak dijual antara lain BBRI, PGAS, BMRI, BBNI dan TLKM.  Sementara mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 10.723 per dollar AS.

Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, pelemahan IHSG kembali disertai dengan gap down dan ditutup di luar lower Bollinger band. Candlestick menghasilkan sinyal hammer yang disertai dengan peningkatan volume.

"Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak variatif. Dengan level dukungan di 4.000 dan resisten di 4.310," sebutnya.

Sementara menurut riset Trust Securities, hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada level dukungan 3.985-4.125 dan resisten di 4.225-4.278. Berpola menyerupai three black crows di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD melanjutkan penurunan dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic lanjut downreversal di bawah area oversold.

"Sentimen negatif masih membawa IHSG ke bawah target level dukungan di 4.285-4.310. Kali ini, IHSG kembali menyisakan utang gap 4.536-4.568 dan 4.260-4.311 dengan posisi IHSG hampir sama seperti September 2012. Diharapkan pelemahan mulai terbatas sehingga tidak memperburuk tren IHSG," sebutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.