Penyertaan Modal ke Hutama Karya Masih Tunggu Restu Menkeu

Kompas.com - 18/09/2013, 18:16 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyertaan modal negara kepada PT Hutama Karya yang mengerjakan pembangunan jalan tol trans Sumatera, masih harus menunggu restu dari pemerintah, yang dalam hal ini Menteri Keuangan.

"Jadi kita tidak memberikan cek kosong. Kalau anggaran untuk jalan tol ternyata dipakai untuk bangun stadion, celaka kita," kata Ketua Komisi VI DPR RI, Airlangga Hartarto dalam Rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAK/L) bersama Kementeria BUMN, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Sementara itu, penyertaan modal negara (PMN) untuk Askrindo dan Jamkrindo akan dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) PMN Komisi VI DPR RI. Rapat RKAK/L yang berlangsung sekitar lima menit tersebut juga memutuskan pagu anggaran untuk Kementerian BUMN 2014 sebesar Rp 131,65 miliar.

Setoran dividen dari perusahaan-perusahaan pelat merah ditargetkan sebesar Rp 33 triliun. Sebelumnya, Senin (9/9/2013), Menteri BUMN, Dahlan Iskan, memohon-mohon ke DPR agar memberikan persetujuan terkait dengan penambahan modal secara tunai untuk PT Hutama Karya, sebesar Rp 2 triliun untuk membangun jalan tol trans Sumatera.

"Kalau non-cash tidak disetujui, mungkin kita bisa menerima. Tapi kalau boleh yang Hutama Karya bisa disetujui agar pembangunan jalan tol bisa terwujud nyata," kata Dahlan, Senin.

"Bahwa nanti menunggu proses selanjutnya tidak apa-apa. Hutama Karya bisa green light , bisa pakai dana sendiri dulu, karena pasti akan ada persetujuan. Tapi kalau bisa disetujui karena ini nyata konkret (manfaatnya) ," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.