Infrastruktur Buruk, Indonesia Dapat Utangan ADB Rp 4,6 triliun

Kompas.com - 27/11/2013, 13:42 WIB
Ilustrasi transportasi dan logistik di Indonesia yang kerap bermasalah KOMPAS/RADITYA HELABUMIIlustrasi transportasi dan logistik di Indonesia yang kerap bermasalah
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memberikan fasilitas pinjaman sebesar 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun bagi Indonesia untuk membantu mempercepat perbaikan infrastuktur dan mendorong laju pertumbuhan yang lebih inklusif.

James Nugent, Direktur Jenderal Departemen Asia Tenggara ADB mengatakan lemahnya konektivitas transportasi dan sistem logistik telah menghambat pertumbuhan Indonesia. Hal itu menyulitkan upaya Pemerintah mengurangi angka kemiskinan.

“Oleh karenanya, dana pinjaman ADB ini akan dimanfaatkan untuk mendorong reformasi kebijakan yang dapat mengurangi hambatan dan mendorong investasi di sektor ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (27/11/2013).

Dia menjelaskan, setelah mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi yang pesat beberapa tahun terakhir, kini laju pertumbuhan mulai melambat. Selain karena kondisi ekonomi eksternal, hal ini juga diakibatkan oleh kurangnya dukungan infrastruktur untuk menopang laju pertumbuhan.

Berbagai kelemahan ini menyebabkan tingginya ongkos transportasi dan logistik, menimbulkan kesenjangan pembangunan di daerah, serta menghambat integrasi sektor manufaktur Indonesia kedalam jaringan produksi internasional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X