Kompas.com - 04/04/2014, 18:51 WIB
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat. TRIBUNNEWS/HERUDIN Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah menyatakan likuiditas perbankan di Tanah Air memang ketat, namun secara keseluruhan masih baik.

"Secara keseluruhan situasi likuiditas perbankan kita cukup baik. Kecenderungannya lebih baik dibandingkan bulan yang lalu. Sehingga, bank yang besar malah tidak meningkatkan suku bunga depositonya," kata Halim di Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Karena kondisi tersebut, maka suku bunga simpanan pada umumnya saat ini cenderung berada dalam kondisi baik. "Itu akan menambah rupiah, baik suku bunga antar bank, suku bunga yang dirasakan perbankan tidak perlu dinaikkan. Bahkan ada yang cenderung stabil dan sedikit menurunkan malah," ujar Halim.

Kondisi itu juga membuat uang beredar banyak yang kembali ke bank dan juga masuk ke rekening pemerintah.

"Ada kemungkinan ekspansi rekening pemerintah yang mulai sedikit-sedikit masuk yang juga dikarena capital inflow (arus modal masuk). Soalnya selama ini capital inflow ke Indonesia tidak sepenuhnya disterilisasikan oleh kami," papar dia.

Keadaan tersebut diakui Halim mengakibatkan kondisi likuditas menurun. "Tapi dalam dua minggu terakhir bulan maret, kecenderungannya adalah ekspansi capital outflow," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X