Bank Mandiri Akuisisi BTN, Hatta Rajasa Merasa "Dilangkahi"

Kompas.com - 21/04/2014, 11:26 WIB
Menko Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, di Jakarta, Jumat (11/4/2014). ESTU SURYOWATIMenko Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku belum pernah mendapatkan laporan terkait rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk.

Menurut dia, seharusnya laporan aksi korporasi tersebut pun dilayangkan kepada pihaknya. "Saya tidak pernah mendapat laporan. Belum ada laporan. Harusnya iya (mendapat laporan)," kata Hatta di Kantor Pusat BI, Senin (21/4/2014).

Menurut Hatta, rencana akuisisi semacam aksi korporasi kedua institusi perbankan tersebut dapat digolongkan ke dalam privatisasi. Dalam privatisasi BUMN tersebut, Menko Perekonomian bertindak sebagai ketua tim koordinasi tim privat.

"Privatisasi itu Menko sebagai ketua tim koordinasi tim privat. Misalnya kalau mau IPO (penawaran umum perdana) dibahas dulu, keuangannya, menterinya, BUMN-nya," ujar Hatta.

Mengenai rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri tersebut, Hatta mengaku belum ada pembahasan. Pihaknya akan mempelajari hal tersebut terlebih dahulu.

"Saya lihat nanti, tetapi kan mekanismenya kalau ada itu tentu Menteri BUMN itu harusnya koordinasi dengan Menko. Saya akan menanyakan kepada Pak Dahlan (Menteri BUMN Dahlan Iskan) mengenai berita di media tersebut. Saya saja tahunya dari media," papar Hatta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
GIMNI Usulkan Pemerintah Buat Aturan soal Minyak Jelantah agar Tak Dikonsumsi Kembali

GIMNI Usulkan Pemerintah Buat Aturan soal Minyak Jelantah agar Tak Dikonsumsi Kembali

Whats New
Pengguna DANA Kuartal I 2021 Meningkat Jadi 70 Juta Orang

Pengguna DANA Kuartal I 2021 Meningkat Jadi 70 Juta Orang

Whats New
Sebelum Garuda, Hong Kong Juga Setop Penerbangan Cathay Pacific dari RI

Sebelum Garuda, Hong Kong Juga Setop Penerbangan Cathay Pacific dari RI

Whats New
Ini Faktor-faktor yang Bisa Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Ini Faktor-faktor yang Bisa Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Whats New
[TREN LYFE KOMPASIANA] Hidup (Bukan) Sebuah Kompetisi | Kelana Rasa Rujak Cingur | Medsos Pribadi untuk Keperluan Kantor

[TREN LYFE KOMPASIANA] Hidup (Bukan) Sebuah Kompetisi | Kelana Rasa Rujak Cingur | Medsos Pribadi untuk Keperluan Kantor

Rilis
Pengusaha Rokok Klaim Revisi PP 109/2012 Sebabkan Pabrik Gulung Tikar

Pengusaha Rokok Klaim Revisi PP 109/2012 Sebabkan Pabrik Gulung Tikar

Whats New
Aice Sebut Pertumbuhan Industri Es Krim Masih Akan Moncer

Aice Sebut Pertumbuhan Industri Es Krim Masih Akan Moncer

Whats New
Tokopedia Luncurkan Toko Score, Layanan Penilai Kredit Berbasis Digital

Tokopedia Luncurkan Toko Score, Layanan Penilai Kredit Berbasis Digital

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup pada Teritori Negatif

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup pada Teritori Negatif

Whats New
RSUD Bekasi Terancam Gulung Tikar karena Klaim Belum Cair, Ini Respons BPJS Kesehatan

RSUD Bekasi Terancam Gulung Tikar karena Klaim Belum Cair, Ini Respons BPJS Kesehatan

Whats New
Bunga KUR Cuma 3 Persen, Jangan Mau Dikasih 6 Persen

Bunga KUR Cuma 3 Persen, Jangan Mau Dikasih 6 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X