Penyaluran Kredit BCA Didominasi Segmen Korporasi

Kompas.com - 28/04/2014, 19:52 WIB
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja TRIBUNNEWS/HERUDIN Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk mencatat portofolio kredit pada kuartal I 2014 mencapai Rp 317,2 triliun pada akhir Maret 2014, naik 19,7 persen secara tahunan. Dari keseluruhan penyaluran kredit perseroan, sektor korporasi masih mencatat penyaluran tertinggi.

"Portofolio kredit terus tumbuh dengan kualitas yang tetap terjaga. Kami melihat adanya permintaan kredit yang tinggi di triwulan I 2014 yang berasal dari nasabah korporasi," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Kondisi tersebut, ujar Jahja, mengindikasikan keyakinan pelaku bisnis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat, kepercayaan nasabah dan citra perusahaan yang kiat memungkinkan perseroan mengembangkan basis pendanaan secara keseluruhan.

Portofolio kredit mencapai Rp 317,2 triliun pada akhir Maret 2014, meningkat 19,7 persen secara year on year. Keseluruhan portofolio kredit perseroan terdiversifikasi dengan komposisi kredit korporasi mencapai 33,4 persen terhadap portofolio.

Adapun kredit komersial dan UKM serta kredit konsumer masing-masing berkontribusi 39,1 persen dan 27,5 persen. Kredit korporasi tumbuh Rp 18,5 triliun atau 21,1 persen year on year menjadi Rp 106,1 triliun.

Kredit komersial dan UKM meningkat 17,4 persen menjadi Rp 124,1 persen. Kredit konsumer, didukung kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), naik 21,6 persen year on year menjadi Rp 87,1 triliun.

"KPR meningkat 20,9 persen year on year atau Rp 9,1 triliun menjadi Rp 52,9 triliun. Jika dilihat secara triwulanan, pertumbuhan KPR relatif datar pada triwulan I 2014, serupa dengan tren pada triwulan IV 2013. KKB tumbuh Rp 26,9 triliun dari Rp 21,7 triliun, naik 23,8 persen year on year. Sementara itu, outstanding pinjaman kartu kredit meningkat 18,3 persen year on year menjadi Rp 7,3 triliun pada Maret 2014," ujar Jahja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X