Sektor Pertanian Ditinggalkan Para Pekerja

Kompas.com - 05/05/2014, 12:59 WIB
Ilustrasi: Petani memanen nanas di wilayah Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2014). Nanas mereka banyak yang rusak akibat erupsi Kelud. Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimIlustrasi: Petani memanen nanas di wilayah Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2014). Nanas mereka banyak yang rusak akibat erupsi Kelud.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan struktur ketenagakerjaan Indonesia per Februari 2014 kembali menunjukkan pergeseran dari sektor pertanian ke sektor sekunder lain, seperti industri pengolahan dan perdagangan.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, dibanding periode sama tahun lalu penduduk yang bekerja pada sektor pertanian mengalami penurunan, dari 41,11 juta orang pada Februari 2013 menjadi 40,83 juta orang pada Februari 2014. Meski demikian, laporan BPS juga mencatat, sektor pertanian masih menjadi lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja terbesar, dengan share sebesar 34,55 persen.

“Kalau dilihat di sini telah terjadi switching dari sektor pertanian, menuju ke sektor yang lebih sekunder seperti industri pengolahan, perdagangan, dan jasa kemasyarakatan,” ungkap Suryamin di Kantor Pusat BPS, Senin (5/5/2014).

Catatan BPS menunjukkan, tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan meningkat dari 15 juta orang pada Februari 2013 menjadi 15,39 juta orang pada Februari 2014. Sementara itu, tenaga kerja di sektor konstruksi juga mengalami peningkatan dari 6,97 juta orang pada Februari 2013 menjadi 7,21 juta orang pada Februari 2014.

Suryamin menambahkan, tenaga kerja di sektor perdagangan juga mengalami peningkatan, dari 25,36 juta pada Februari 2013 menjadi 25,81 juta orang pada Februari 2014. Dia mengatakan, sektor perdagangan ini adalah penyerap terbesar kedua tenaga kerja dengan share sebesar 21,84 persen.

“Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi juga meningkat tenaga kerjanya dari 5,30 juta orang pada Februari 2013 menjadi 5,33 juta orang pada Februari 2014,” imbuhnya.

Tenaga kerja di sektor keuangan juga mengalami peningkatan setahun terakhir, dari 3,04 juta orang pada Februari 2013 menjadi 3,19 juta orang pada Februari 2014. Suryamin menambahkan, sektor jasa kemasyarakatan yang menduduki penyerap tenaga kerja terbesar ketiga dengan share 15,64 persen juga mengalami peningkatan tenaga kerja, dari 17,84 juta orang pada Februari 2013, menjadi 18,48 juta orang pada Februari 2014.

“Tenaga kerja di sektor lainnya juga tumbuh, dari 1,82 juta orang pada Februari 2013 menjadi 1,93 juta orang pada Februari 2014,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X