KPPU Curigai Produsen Minyak Goreng dan Supermarket "Bermain Nakal"

Kompas.com - 23/06/2014, 20:02 WIB
Ilustrasi: Minyak goreng. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi: Minyak goreng.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencurigai adanya permainan harga antara produsen barang dengan supermarket terkait adanya perbedaan harga di satu supermarket dengan supermarket lain. Hal tersebut terkait harga minyak goreng kemasan yang berbeda-beda.

"Kami sedang meneliti adanya praktik bisnis yang tidak sesuai dengan Undang-undang Persaingan Usaha, mengenai perbedaan harga minyak goreng kemasan di Supermarket yang berbeda-beda," ujar Komisioner KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf, di Jakarta, Senin (23/6/2014).

Dia menjelaskan, perbedaan harga antara satu Supermarket dengan Supermarket lainnya banyak terjadi menjelang bulan Ramadhan seperti saat ini. Hal yang membuat KPPU curiga adalah satu produsen memberikan harga yang berbeda kepada Supermarket.

"Menjelang Ramadhan, ada Supermarket yang melakukan promosi membeli minyak goreng ditempat dia lebih murah dari tempat lain, ini tidak sesuai UU Persaingan Usaha," katanya.

Dengan perbedaan harga satu produksi di Supermarket tersebut menurut Syarkawi dapat merugikan konsumen dalam jumlah besar. Oleh karena itu, KPPU akan coba melakukan pendalaman terkait indikasi kesepakatan harga yang melanggar UU Persaingan Usaha tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X