Masyarakat Tak Perlu Cemaskan Harga Bawang Merah

Kompas.com - 24/06/2014, 13:55 WIB
Ilustrasi bawang merah
KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi bawang merah
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT)menyatakan menjelang bulan Ramadhan masih relatif stabil, meski beberapa harga komoditas mengalami kenaikan.

"Yang masih naik ada empat komoditas, yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih. (Harga) daging ayam dan telur ayam yang ada masih dalam yang sesuai seting Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian," kata CT dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (24/6/2014).

Menurut CT, harga bawang merah yang tinggi dimaksudkan agar petani dan peternak dapat meraup untung walaupun sedikit. Selain itu, masyarakat juga tidak dirugikan. "Harga bawang merah walaupun naik masih di bawah harga referensi. Tidak perlu dikhawatirkan," ujar CT.

Terlebih lagi, berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di sentra produksi bawang merah pada pekan lalu sudah memasuki panen raya. Sehingga, pasokan bawang merah tidak menjadi masalah.

Adapun komoditas bawang putih dijelaskan CT sebagian besar tidak diproduksi di Indonesia sehingga harus dilakukan importasi. Hanya 5 persen pasokan diproduksi di Indonesia. "95 persen harus diimpor, tapi barangnya sudah masuk ke Indonesia. Saat ini dalam proses distribusi ke pedagang-pedagang sehingga harga stabil," ungkap CT.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X