Jonan Ingin Pelabuhan Cilamaya Tetap Dibangun

Kompas.com - 27/11/2014, 10:05 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menginginkan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, tetap dibangun untuk memudahkan pengiriman barang ke kawasan industri yang sebagian besar di daerah tersebut.

Jonan dalam diskusi dengan wartawan di Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (26/11/2014), mengemukakan jika proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya tidak dibangun, bukan hanya semakin mendongkrak biaya logistik, melainkan juga menyumbang kemacetan Jakarta semakin padat.

"Cilamaya ini 70 kilometer di timur Jakarta yang didesain untuk melayani industri yang ada di Karawang. Kalau tidak dibangun, harus dikirim ke Jakarta dulu, akan seperti apa Jakarta nanti," katanya.

Dia mengatakan, jika pembangunan Pelabuhan Cilamaya ditangguhkan maka berlawanan dengan program utama Kabinet Kerja, yakni menurunkan biaya logistik yang berdampak pada kemakmuran bangsa.

Saat ini, kata Jonan, biaya logistik di Indonesia masih sekitar 20 persen, sedangkan di negara-negara maju hanya sekitar delapan hingga sembilan persen. "Kita turunkan perlahan, kalau tidak turun kemakmuran masyarakat akan terbelakang," katanya.

Namun, dia mengaku belum mengetahui kelanjutan proyek tersebut karena masih dibahas di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan diketahui setelah Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Lanjut atau tidak, saya tidak tahu," katanya.


Pembangunan pelabuhan baru Cilamaya dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs, terminal mobil dengan kapasitas 1.030.000 CBU, dermaga kapal negara, dermaga untuk bahan bakar, terminal Ro-Ro, dan alur pelayaran dengan kedalaman -17 M Lws.

Tahap kedua lanjutan pembangunan peti kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs dengan total biaya Rp 10,6 triliun.

Pemerintah menargetkan konstruksi tahap pertama Cilamaya senilai Rp 23,9 triliun bisa dimulai 2016 dan rampung 2021.

baca juga: Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Diduga Untungkan Mafia Minyak



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X