Kandidat Dirjen Pajak Ini Janji Tiru "Cara" Menteri Susi

Kompas.com - 12/12/2014, 11:25 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Cara Menteri Susi Pudjiastuti melakukan penegakkan hukum terhadap Illegal Unregistered and Unreported (IUU) Fishing menarik perhatian Wahju Karya Tumakaka, Direktur Transformasi Proses Bisnis, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.

Menurut Wahju, cara tersebut efektif memberikan efek jera dan bisa meningkatkan kepatuhan terhadap aturan. Wahju yang kini tengah mengikuti proses seleksi lelang jabatan Direktur Jenderal Pajak, dalam makalahnya mengangkat tema penegakkan hukum untuk meningkatkan kepatuhan pajak.

Dia pun berjanji akan memberikan pinalti pada pengemplang pajak, agar menimbulkan efek jera. “Iya (yang dilakukan Susi) itu satu contoh bagaimana penegakkan hukum itu berpengaruh terhadap kepatuhan. Ibu Susi bulang, kapal-kapal liat itu keluar semua dari Indonesia, karena dikasih tahu ‘Gua pakai satelit lho’,” kata Wahju ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/12/2014).

Atas dasar itu, Wahju berniat jika kelak dirinya terpilih menggantikan Fuad Rahmany, maka pengemplang pajak yang dipinalti atau dipidanakan, bakal diumumkan secara terbuka di media. Tujuannya, agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat umum.

“Harus digunakan metode public communication yang efektif. Itu lah peran media, membentuk masyarakat yang patuh,” kata dia lagi.

Wahju menuturkan, penegakkan hukum yang konsisten merupakan terobosan yang akan dilakukannya kelak jika terpilih menjadi Dirjen Pajak. Saat ini, kepatuhan pajak menjadi barang mahal lantaran tak ada penegakkan hukum.

Wahju menengarai di bawah 50 persen dari golongan menengah yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Menurutnya, ini merupakan suatu kesengajaan dan bisa dipidanakan sesuai dengan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

“(Maka) Terpenuhilah pasal pidana. Tapi enggak semua orang harus masuk penjara. Tapi harus ada contoh, bahwa yang melanggar itu punya resiko. Kalau yang melanggar itu tidak ada resiko, semua orang melanggar. Pelanggaran harus ada yang dikasih pinalti supaya yang lain belajar patuh,” tandas Wahju.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebutuhan Kendaraan Kembali Meningkat, Bank Jago Kucurkan Pembiayaan ke Carsome

Kebutuhan Kendaraan Kembali Meningkat, Bank Jago Kucurkan Pembiayaan ke Carsome

Whats New
Apa Itu MLFF? Alat Bayar Tol Nirsentuh yang Bakal Gantikan e-Toll

Apa Itu MLFF? Alat Bayar Tol Nirsentuh yang Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Runtuhnya Kripto Tera Luna, CEO Zipmex: Investor Perlu Belajar dari Kegagalan

Runtuhnya Kripto Tera Luna, CEO Zipmex: Investor Perlu Belajar dari Kegagalan

Earn Smart
Kurangi Transaksi Tunai, Bank Mandiri Gandeng Bank Banten

Kurangi Transaksi Tunai, Bank Mandiri Gandeng Bank Banten

Whats New
BPJT Diminta Tunda Penerapan Sistem MLFF di Tol, Polri: Dasar Hukumnya Belum Ada

BPJT Diminta Tunda Penerapan Sistem MLFF di Tol, Polri: Dasar Hukumnya Belum Ada

Whats New
Mengenal Blockchain, Teknologi yang Dapat Dukung Perekonomian Nasional

Mengenal Blockchain, Teknologi yang Dapat Dukung Perekonomian Nasional

Whats New
Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi di IKN Nusantara

Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi di IKN Nusantara

Whats New
Simak 5 Cara Menghemat Listrik agar Tagihan Tak Membengkak

Simak 5 Cara Menghemat Listrik agar Tagihan Tak Membengkak

Spend Smart
Kenaikan Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Disetujui, PLN: Kami Laksanakan Kebijakan Pemerintah

Kenaikan Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Disetujui, PLN: Kami Laksanakan Kebijakan Pemerintah

Whats New
Rincian Biaya Admin BCA, Setoran Awal, dan Saldo Minimal

Rincian Biaya Admin BCA, Setoran Awal, dan Saldo Minimal

Spend Smart
Cerita Rasanya Naik Ojol Motor Listrik, Driver Hemat Rp 500.000 Sebulan, Penumpang: Mulus Enggak Getar

Cerita Rasanya Naik Ojol Motor Listrik, Driver Hemat Rp 500.000 Sebulan, Penumpang: Mulus Enggak Getar

Whats New
Simak 5 Informasi Apa Saja yang Harus Ada di CV

Simak 5 Informasi Apa Saja yang Harus Ada di CV

Work Smart
Mudah, Begini Cara Mendapatkan Voucher Gratis Ongkir di Shopee

Mudah, Begini Cara Mendapatkan Voucher Gratis Ongkir di Shopee

Spend Smart
Analis: Rebound Saham GOTO Jadi Sebab IHSG Menghijau

Analis: Rebound Saham GOTO Jadi Sebab IHSG Menghijau

Whats New
Teknologi Ini Diyakini Bisa Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan

Teknologi Ini Diyakini Bisa Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.