Bos Mandiri: Sebagai Pemegang Saham, Dalam 10 Tahun Pemerintah Lebih Kaya Delapan Kali Lipat

Kompas.com - 08/04/2015, 13:38 WIB
Pengambilan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta KONTAN/MURADIPengambilan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Budi Gunadi Sadikin menuturkan ke depan bank berkode emiten BMRI itu akan fokus pada memperbesar nilai kapitalisasi pasarnya (market cap).  Dalam 10 tahun terakhir market cap BMRI naik signifikan dari Rp 33 triliun pada 2005 menjadi Rp 251,4 triliun pada 2014.

Budi mengatakan,  pemerintah yang memiliki 60 persen saham BMRI artinya pada 2005 memiliki harta dari saham BMRI sebesar Rp 16 triliun. Dan pada tahun 2014 lalu, harta pemerintah menjadi Rp 140 triliun. Dia mengatakan, angka ini lebih besar dari kontribusi profit BMRI ke pemerintah.

“Artinya dari market cap ini, selama 10 tahun pemerintah delapan kali lebih kaya sebagai pemegang sahamnya Bank Mandiri,” kata Budi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI, Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Pada 2020 nanti, Budi mengatakan, BMRI berambisi mencapai market cap hingga 55 miliar dollar AS atau setara Rp 650 triliun. “Sama atau lebih besar dari DBS Singapura,” imbuh Budi.

Pada kesempatan itu, Budi juga menyampaikan, dalam 10 tahun aset BMRI tumbuh tiga kali lipat. Aset BMRI pada 2005 mencapai Rp 253 triliun, dan pada 2014 lalu asetnya mencapai Rp 855 triliun. “Tahun ini akan tembus Rp 1.000 triliun,” sambung Budi.

Di sisi lain, Budi juga menuturkan, BMRI juga melaksanakan fungsi intermediasi dengan baik. Terbukti kucuran kredit dari BMRI pada 2005 sebesar Rp 100 triliun, dan pada tahun 2014 lalu kredit yang disalurkan mencapai Rp 530 triliun. “Tumbuh lebih dari empat kali lipat dalam 10 tahun,” ucap dia.

Adapun dana pihak ketiga yang dikelola juga meningkat dari Rp 200 triliun pada 2005 menjadi Rp 600 triliun pada 2014. Sementara, modal tumbuh dari Rp 23 triliun pada 2005 menjadi Rp 100 triliun pada 2014. “Ini untuk pertama kalinya ada bank di Indonesia punya modal Rp 100 triliun lebih,” ungkap Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut dia bilang, profit BMRI tumbuh signifikan dari Rp 600 miliar pada 2005 menjadi Rp 20 triliun pada 2014. “Tumbuh 33 kali lipat selama 10 tahun,” kata dia.

Sementara itu rasio kredit macet BMRI pada 2005 yang tercatat 24 persen, berhasil ditekan menjadi 2,15 persen pada 2014.

Meski mencatatkan kinerja cemerlang, Budi mengaku bagi Bank Mandiri, sustainability perseroan adalah hal yang paling utama.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X