Pengusaha: Tidak Perlu Ada "Reshuffle" Kabinet...

Kompas.com - 12/05/2015, 09:46 WIB
Suasana saat Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOSuasana saat Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur menuturkan, isu reshuffle kabinet dapat memengaruhi citra Indonesia di kalangan investor, padahal minat investasi ke Indonesia cukup tinggi.

"Tidak perlu ada reshuffle kabinet karena, kalau ada reshuffle pada semester pertama, para menteri yang baru harus melakukan penyesuaian lagi," kata Natsir melalui keterangan tertulis, Senin (11/5/2015) di Jakarta.

Natsir mengatakan, daripada merombak susunan kabinet, lebih baik pemerintah memperbaiki iklim investasi dengan mereduksi aturan-aturan yang menghambat dunia usaha, mulai dari undang-undang (UU), peraturan pemerintah (PP), peraturan menteri (permen), sampai keputusan presiden (keppres).

"Yang penting, hal yang menghambat perlu dibenahi. Walaupun kita bicara tentang investasi atau pergerakan ekonomi, semua peraturan kalau tidak dirapikan dengan baik maka (akan menyebabkan) pergerakan ekonomi nasional juga lambat," kata dia.

Lebih lanjut, Natsir menyampaikan, dunia usaha mengapresiasi apa yang sudah diupayakan pemerintahan di bawah Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam mendorong percepatan ekonomi dan daerah.

Hal tersebut ditandai dengan kerja konkret pada pertemuan APEC, Pertemuan Beijing, Korea, dan Konferensi Asia Afrika di tingkat internasional. Di tingkat nasional, tambah Natsir, roadshow Jokowi–JK keliling daerah merupakan langkah yang sangat positif.

Langkah tersebut perlu dilakukan juga oleh menteri-menterinya untuk melihat permasalahan yang lebih dalam. "Program antara satu kementerian dan kementerian yang lainnya juga harus sinergis," ucap Natsir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X