Jonan Akan Ajukan Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk Rambu Lalu Lintas

Kompas.com - 16/09/2015, 17:21 WIB
Rambu-rambu pengalihan arus dipasang di Kawasan titik nol km KOMPAS.com| wijaya kusumaRambu-rambu pengalihan arus dipasang di Kawasan titik nol km
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyadari pemasangan rambu lalu lintas merupakan hal yang penting bagi keselamatan pengguna jalan.

Oleh karena itu, Jonan memutuskan untuk mengajukan penambahan anggaran pemasangan rambu lalu lintas pada 2016.

"Pada masa Bapak Suroyo Alimoeso (mantan Dirjen Perhubungan Darat) tahun 2014 mungkin anggarannya Rp 200 miliar, tahun depan diusulkan Rp 1,5 triliun," ujar Jonan saat memberikan sambutan pembukaan Pameran Transportasi 2015 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Jonan bercerita, saat mengelilingi 34 provinsi beberapa waktu lalu, dirinya banyak menemukan jalan yang tak dipasangi rambu-rambu lalu lintas. Padahal kata dia, pemasangan rambu lalu lintas sangatlah penting bagi pengguna jalan.

Saat ini ucap dia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) begitu giat membangun infrastruktur jalan. Bahkan, Jonan memuji Menteri PUPR Basuki Hadimuljono karena sangat membantu pembangunan prasarana sektor transportasi.

"Jadi walaupun Pak Menteri PUPR insinyur geologi, tidak menggali lubang tapi membuat jalan. Jadi bapak (Menteri PUPR) bangun jalan, kami (Kemenhub) yang pasang rambu-rambu," kata Jonan.

baca juga: Menteri Jonan Siap Diberhentikan jika Standar FAA Tidak Naik

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X