Ganjar Pranowo Resah Dapat Surat Cinta, Ini Penjelasan Kemenkeu

Kompas.com - 06/09/2016, 17:17 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo curhat, resah mendapat surat cinta dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu.

(baca: Surat Cinta Ibu Menkeu yang Menggemparkan)

Ada beberapa hal yang menjadi keresahan Ganjar terkait isi surat cinta Sri Mulyani soal penundaan transfer Dana Alokasi Umum (DAU) Jawa Tengah sebesar Rp 336,7 miliar.

Ganjar curhat, kepala daerah di tingkat bupati, walikota, dan kepala desa resah jika penundaan ini membuat mereka tidak mampu menggaji para PNS tepat waktu.

Ganjar curhat, bagaimana membiayai pembangunan apabila penyaluran DAU ditunda, sementara tender-tender proyek sudah berjalan, bahkan sejak Desember tahun lalu.

Ganjar pun curhat bagaimana alokasi dana desa sebesar 10 persen dari DAU, jika terjadi penundaan penyaluran.

Menjawab keresahan Ganjar ini, Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, Kunta WD Nugraha menegaskan, penundaan DAU tidak dilakukan asal-asalan, dan sudah memperhatikan kemampuan dan rencana belanja tiap-tiap daerah.

“Kami kan tidak terus gebyah-uyah, semua daerah kami tunda DAU-nya. Kan enggak. Kami juga lihat-lihat, ini ada dana nganggur enggak di situ. Daerah itu terbilang daerah "kaya" bukan, kan begitu,” kata Kunta ditemui usai diskusi di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Dengan menimbang-nimbang semuanya itu, Kunta menyampaikan, barulah pemerintah memutuskan penundaan DAU sebuah daerah.

Dari kajian Kementerian Keuangan, Jawa Tengah dinilai masih memiliki APBD yang kuat untuk melaksanakan berbagai program pembangunan di daerah.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.