Sri Mulyani: Aset Keuangan Syariah Indonesia Masih Minim

Kompas.com - 28/10/2016, 19:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berpartisipasi dalam program 'Rosi' di KompasTV, Jakarta, Sabtu (24/9/2016). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIMenteri Keuangan Sri Mulyani berpartisipasi dalam program 'Rosi' di KompasTV, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).
|
EditorM Fajar Marta

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, nilai aset keuangan syariah Indonesia masih terbilang kecil. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Sri menjelaskan, nilai aset keuangan syariah di Indonesia saat ini mencapai 40 miliar dollar AS. Pada saat yang sama, nilai aset keuangan syariah di Malaysia mencapai 10 kali lipatnya, yakni 415 miliar dollar AS.

"Di Timur Tengah memang aset syariah mereka semakin besar. Di saat yang sama mereka mengembangkan keuangan konvensional," jelas Sri pada saat memberikan kuliah umum pada acara Indonesia Syari'a Economic Festival di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/10/2016).

Sri menjelaskan, mayoritas aset keuangan syariah di Indonesia masih berbentuk perbankan syariah yang memuat aset-aset berbasis syariah.

Sri menuturkan, pada semester pertama 2016 total aset keuangan syariah mencapai Rp 621 triliun, dengan Rp 314 triliun di antaranya adalah aset perbankan syariah.

Kendati masih minim, sukuk atau surat berharga syariah yang ditebitkan pemerintah dan korporasi di Indonesia terus meningkat dalam 10 tahun terakhir.

"Penerbitan sukuk Rp 266 triliun, tapi mayoritas sukuk negara. Sejak 10 tahun lalu peran sukuk semakin besar," ungkap Sri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sri, aset perbankan syariah yang kini mencapai Rp 314 triliun tersebut mencakup 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp 15.000 triliun.

Artinya, ada potensi yang sangat besar bagi penetrasi keuangan syariah di Indonesia. "Masih ada 97 persen keuangan nasional untuk dipenetrasi oleh keuangan syariah," tutur Sri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.