Menurut KPK, Pembenahan 4 Institusi Ini Bisa Pangkas 50 Persen Potensi Korupsi

Kompas.com - 12/11/2016, 15:00 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang membawakan dongeng kepada pelajar di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016 di JCC, Jakarta, Sabtu (1/10/2016). KPK menggelar kegiatan tersebut sebagai upaya menimbulkan karakter anti-korupsi kepada anak sejak dini. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang membawakan dongeng kepada pelajar di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016 di JCC, Jakarta, Sabtu (1/10/2016). KPK menggelar kegiatan tersebut sebagai upaya menimbulkan karakter anti-korupsi kepada anak sejak dini.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, mengaku pernah diminta oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk membenahi potensi korupsi yang ada di kementerian yang dibawahinya serta sektor energi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Pak Saut, beresin Pertamina, beresin PLN, beresin Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, maka 50 persen keuangan negara aman, ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bilang seperti itu ke saya," ujar Saut saat menghadiri acara paguyuban Mas TRIP di Gedung Perbanas, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Menurut Saut, permintaan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu adalah sebuah tantangan besar yang harus bisa diselesaikan KPK sebagai lembaga tinggi negara yang memiliki wewenang untuk menelusuri potensi korupsi di berbagai bidang.

"Ya memang menyampaikan itu, buat KPK itu challenging. Dia (Sri Mulyani) menyebut, PLN, Pertamina, Departemen Keuangan dan ESDM, buat kami itu menarik dari sisi informasi. Itu bisa didalami," ucap Saut.

Meski demikian, ketika ditanya bocoran kasus apa saja yang tengah ditelusurinya saat ini, Saut tidak bisa menyebutkannya.

"Ada, tapi kita tidak boleh menyebut kasus, tetapi ada beberapa kasus Presiden sudah ketemu ternyata bener kan, case-nya seperti apa, saya tidak mau menyebut," tutur Saut.

Saut menilai, potensi korupsi yang ada di sektor energi dan keuangan sangatlah besar. Namun demikian, dirinya tidak bisa menyebutkan berapa besaran potensi korupsi di sektor tersebut.

"Kenapa itu menjadi menarik karena ada investasi yang besar di sana. Itu tidak lama setelah Menkeu menjabat kita langsung dialog. Saya belum tahu nilainya," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X