Kompas.com - 24/02/2017, 18:56 WIB
Ilustrasi: Peternak ayam, Rateb, memilah telur yang baru diambilnya dari kandang di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/4/2013). Sejak seminggu terakhir harga telur tersebut naik dar Rp800 menjadi Rp950 perbutir.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAIlustrasi: Peternak ayam, Rateb, memilah telur yang baru diambilnya dari kandang di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/4/2013). Sejak seminggu terakhir harga telur tersebut naik dar Rp800 menjadi Rp950 perbutir.
EditorAprillia Ika

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Harga telur di pasaran jatuh di harga Rp 13.800 per kilogram saat ini. Hal ini membuat para peternak ayam petelur resah.

Puncaknya, sejumlah peternak ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, melakukan aksi boikot pembelian pakan ayam dari sejumlah perusahaan produsen pakan ayam.

Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta berupaya menyelesaikan sengkarut harga telur tersebut melalui Musyawarah Nasional Peternakan Ayam Petelur pada Kamis (23/2/2017) lalu.

Profesor Ali Agus, Guru Besar Fakultas Peternakan UGM, menjadi moderator untuk acara ini. Acara ini mempertemukan antara peternak ayam petelur, produsen pakan ternak serta pihak pemerintah dan dari universitas.

Sukarman, peternak ayam petelur asal Blitar, memaparkan bahwa  kondisi harga telur ayam memprihatinkan.

"Dari 2015 harga telur di pasaran terlalu murah, terakhir hanya Rp 13.800. Sementara harga pakan ternak dan DOC (day old chick) makin naik," kata dia melalui rilis pers, Jumat (24/2/2017).

Dia dan sejumlah peternak ayam petelur lain menduga anjloknya harga telur disebabkan adanya pihak perusahaan pakan ternak yang turut menjual telur ke pasaran.

"Ada kabar perusahaan melebarkan sayapnya dengan membudidaya ayam layer (ayam petelur) yang bisa mematikan peternakan rakyat," tuturnya.

Sukarman berharap agar pihak perusahaan pakan ternak tidak ikut menjual telur ke pasaran dan membudidayakan ayam petelur.

Aturan Baru

PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) sebagai produsen pakan ternak yang turut kena boikot peternak ayam petelur turut angkat bicara.

Direktur PT CPI Jemmy Wijaya mengatakan, pihaknya memberikan beberapa solusi kepada peternak untuk mengatasi penurunan harga telur di pasaran.

Pertama, PT CPI akan menurunkan harga pakan komplit menjadi Rp 4.500 per kilogram (Kg) dan pakan konsentrat menjadi Rp 6.300 per kg.

"Untuk membantu meringankan persoalan peternak telur, kami akan ambil 20 ton telur dari peternak Blitar seharga Rp 15.500 per kg," katanya. Harga tersebut lebih tinggi dari harga pasaran sekarang yakni Rp 13.800 per kg.

Kedua, PT CPI juga berjanji untuk tidak menambah jumlah budidaya ayam petelur pada tahun ini. Saat ini jumlah budidaya ayam petelur di PT CPI sudah mencapai 2 juta ekor.

Menurut Jemmy, sebenarnya pangsa pasar PT CPI untuk produk pakan pakan ayam petelur untuk seluruh Indonesia hanya 16 persen. 

Sedangkan untuk DOC, pangsa pasar PT CPI untuk  ayam petelur hanya 37 persen. "Sebanyak 2 persen digunakan sendiri dan 98 persen dijual untuk peternak," ujar Jemmy.

Ketiga, untuk solusi jangka panjang PT CPI akan mengatur waktu impor indukan ayam petelur sehingga tidak menumpuk di satu waktu.

Direktur Budi Daya dan Perbibitan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Surahman Suwandi mengatakan, pihaknya mengapresiasi dengan solusi yang ditawakan PT CPI.

Dia melanjutkan, akan ada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang penyediaan dan peredaran ayam petelur. "Paling lambat dua bulan," ujarnya.

Kompas TV Harga Telur dan Cabai Naik Drastis
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

Whats New
Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Whats New
Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Whats New
Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.