Bank Mandiri Genjot Transaksi Perdagangan Internasional

Kompas.com - 05/04/2017, 14:31 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk fokus untuk terus mendorong kegiatan perdagangan internasional yang melibatkan pelaku usaha domestik. Dengan demikian, sektor riil di Tanah Air terus menggeliat.

Terkait hal tersebut, Bank Mandiri telah menfasilitasi transaksi perdagangan sebesar 113,2 miliar dollar AS pada akhir tahun 2016 lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36,5 persen merupakan transaksi ekspor.

Usaha Bank Mandiri untuk menjadi bank pertama pilihan pelaku bisnis perdagangan melalui pengembangan solusi trade yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku bisnis di setiap tahapan alur perdagangan berhasil merebut dominasi pangsa pasar ekspor impor.

Atas upaya tersebut, Bank Mandiri membukukan pendapatan senilai Rp 3,14 triliun pada tahun 2016. Sebanyak 37 persen dari pendaparan perseroan merupakan porsi fee based income.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan untuk mendukung perdagangan internasional, Bank Mandiri telah mengembangkan produk dan layanan trade dengan melihat tantangan dan perkembangan perdagangan Internasional.

"Kami menyadari pentingnya solusi trade finance sebagai tulang punggung aktivitas perdagangan, terutama untuk menciptakan efisiensi dan akses perdagangan, terlebih pada saat pertumbuhan ekonomi global melambat," ujar Kartika dalam pernyataan resmi, Rabu (5/4/2017).

Saat ini, imbuh Kartika, bisnis trade finance Bank Mandiri mendominasi sekitar 28,4 persen dari transaksi ekspor Indonesia, serta 29,9 persen dari transaksi impor Indonesia.

Adapun pada bisnis guarantee atau penjaminan Bank Mandiri mendominasi dengan pangsa pasar 28,7 persen.

Layanan trade finance Bank Mandiri sendiri saat ini meliputi solusi receivables dan payables, mulai dari tahap pre shipment sampai dengan post shipment, termasuk supply chain financing, mulai plain vanilla trade sampai dengan structured trade finance.

"Bahkan Bank Mandiri menurut customer survey dipersepsikan sebagai pioneer di bidang supply chain financing," terang Kartika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.