Sistem TI Perbankan Aman dari "Ransomware WannaCry," tetapi...

Kompas.com - 15/05/2017, 13:58 WIB
Tampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017). hand-outTampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia kini tengah digemparkan dengan serangan siber Ransomware "WannaCry" yang menyerang sistem operasi Microsoft Windows. Serangan tersebut menyasar sistem komputer yang belum diperbarui.

Lalu, bagaimana dengan sistem teknologi informasi (TI) perbankan Indonesia? Apakah sistem TI perbankan juga akan terdampak dengan Ransomware WannaCry?

Analis forensik digital Ruby Alamsyah menilai, sistem backend perbankan masih tergolong aman dari serangan Ransomware WannaCry.

Pasalnya, sistem operasi server yang dimiliki perbankan tergolong merupakan sistem operasi yang aman dan rutin diperbarui.

"Berbeda dengan target OS (sistem operasi) yang diincar Ransomware WannaCry, yaitu OS yang umum dan kurang ter-update dengan baik," kata Ruby kepada Kompas.com, Senin (15/5/2017).

Ruby menyatakan, kemungkinan besar sistem TI perbankan tidak akan diserang oleh Ransomware WannaCry.

Alasannya adalah selain sudah aman sistem operasinya, sistem TI perbankan juga dalam isolated network alias tidak terhubung ke internet secara langsung. Pun sistem TI perbankan dilengkapi firewall dan perangkat keamanan TI lainnya.

Akan tetapi, perbankan dipandang tetap perlu waspada. Menurut Ruby, level kesadaran akan keamanan TI perbankan maupun instansi lainnya tetap harus tinggi.

Pasalnya, serangan siber lainnya akan sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat.

"Karena melihat dari Ransomware WannaCry, kami menganalisa bahwa kemungkinan serangan serupa dari shadow broker ini akan terulang dan muncul versi baru lainnnya," ujar Ruby.

"Mereka sudah memiliki bocoran NSA exploit. Baru satu saja yang digunakan saat ini, yaitu penyebaran Ransomware menggunakan NSA exploit: EternealBlue dan DoublePulsar yang menyasar SMB dari OS Windows."

Menurut Ruby, ada indikasi serangan siber lainnya bisa menyasar sistem TI perbankan. Dari daftar NSA exploit yang bocor tersebut ada celah untuk peretasan sistem perbankan, meski diharapkan kabar tersebut tidak benar.

(Baca: Ini Perusahaan-perusahaan Global yang Terdampak "Ransomware" WannaCry)

Kompas TV Kemenkominfo: Indonesia Jadi Korban “Ransomware Wannacry”

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X