Tiga Industri Berminat Manfaatkan Gas dari Blok Masela 

Kompas.com - 12/06/2017, 19:08 WIB
KOMPAS.com/ARI PRASETYO Ilustrasi: Proses pengerjaan jalur pipa gas bumi di jalur Pantai Utara (Pantura). Foto diambil pada Senin (22/8/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyatakan beberapa sektor industri telah berminat untuk memanfaatkan gas dari Blok Masela, Maluku Utara. 

Terdapat tiga sektor industri, di antaranya industri pupuk, industri metanol, dan industri yang memproduksi dimethyl ether (DME).

"Gas dari Masela untuk industri. Pembeli kan tergantung dari harga dan delivery point dan waktunya kapan. Kalau potensi sudah ada. Pabrik pupuk, methanol, dan dimetyl ether. Ini gasnya dari Masela," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Menurut Airlangga, saat ini ketiga industri tengah menunggu lokasi pembangunan kilang Blok Masela. Kemudian, setelah itu ketiga industri akan menentukan lokasi pembangunan pabrik dan melakukan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). 

"Masela dimana baru dibangun kompleksnya, dibicarakan dulu lah, kemudian kita bicara PJBG," jelas dia. 

Sementara, itu Direktur Pengadaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Iwan Supangkat menambahkan, untuk menyuplai listrik dari industri-industri tersebut, perseroan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di sekitaran Masela. 

Menurut dia, kebutuhan listrik untuk industri-industri tersebut diperkirakan mencapai 300 megawatt (MW). Sementara itu, untuk kebutuhan gas sendiri mencapai 60 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Kalau industri beroperasinya baseload kan biasanya. Itu kira-kira butuh 60 MMMSCFD," jelas dia. 

Meski demikian, ungkap Iwan, perseroan belum mengetahui kapan pembangunan PLTGU. Sebab, saat ini industri-industri tersebut belum terbangun di sekitaran Blok Masela.

"Itu (pembangunan PLTGU) tergantung industrinya. 2023 mungkin. Jadi tergantung kapan selesainya saja. Kan harus disinkronkan," pungkas dia. 


EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X