KILAS

KejarTarget, Kementan Terus Dorong Peningkatan LTT Padi Kalbar

Kompas.com - 03/03/2019, 13:45 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy, saat menghadiri Rapat Koordinasi Upsus Pajale Provinsi Kalbar Tahun 2019 di Aula Distan TPH Kalbar, Jumat (01/03/2019). Dok. Humas Kementerian Pertanian Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy, saat menghadiri Rapat Koordinasi Upsus Pajale Provinsi Kalbar Tahun 2019 di Aula Distan TPH Kalbar, Jumat (01/03/2019).

KOMPAS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy, terus mendorong realisasi Luas Tambahan Tanam (LTT) padi di Kalimantan Barat (Kalbar) sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, dia pun berharap terjadi peningkatan angka realisasi LTT dari tahun sebelumnya.

"Dari data dan evaluasi yang ada, masih banyak daerah di kabupaten atau kota di Kalbar yang saat ini realisasi LTT-nya masih belum mencapai target. Mumpung masih ada waktu hingga akhir Maret 2019 ini maka bisa dikejar target yang ada,” ujar Sarwo.

Hal itu disampaikan Sarwo saat memberikan pengarahan dalam Rapat koordinasi Upsus Pajale Provinsi Kalbar Tahun 2019 di Aula Distan TPH Kalbar, Jumat (01/03/2019).

Sebagai perbandingan, dia menjelaskan, pada Oktober 2017 - Maret 2018 realisasi LTT di Kalbar mencapai 273.652 hektar (ha). Sementara itu, untuk Oktober 2018 - Maret 2019 ditargetkan harus mencapai 300.000 hektar.

"Artinya tahun ini harus ada peningkatan LTT sekitar 20 ribuan ha. Teman-teman di daerah saat rakor ini sepakat pada Maret 2019 LTT harus teralisasi 57.000 ha," papar Sarwo.

Selain imbauan, dia turut mengapresiasi beberapa kabupaten atau daerah yang saat ini sudah melewati zona merah, seperti Kabupaten Sanggau. Menurutnya, hal ini harus dicontoh daerah lain.

"Saya juga meminta, baik di tingkat provinsi dan kabupaten, setiap di atas tanggal 20 untuk melakukan koordinasi terkait upaya khusus (upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) ini. Semua harus berperan untuk mewujudkan target pertanaman padi ini di Kalbar," ucapnya.

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi agar LTT bisa berjalan mulus. Salah satunya dengan memberikan pengertian kepada petani yang sudah panen untuk segera menyiapkan penanaman kembali.

Selain itu, Sarwo meminta pula petani untuk memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan)yang telah disalurkan dengan maksimal.

"Bagaimana yang selama ini sekali tanam bisa dua kali. Atau yang dua kali tanam bisa tiga kali tanam padi setahun. Hal itu agar produksi dan produktivitas di Kalbar semakin baik," pungkasnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X