Jakarta Masuk Kota Potensial dalam Ekosistem Startup Global

Kompas.com - 11/08/2019, 12:53 WIB
Ilustrasi Startup SHUTTERSTOCKIlustrasi Startup

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekosistem perusahaan rintisan atau startup terus mengalami pertumbuhan positif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di banyak negara.

Kota-kota di dunia juga berlomba untuk menjadikan dirinya sebagai rumah yang nyaman bagi pertumbuhan perusahaan startup.

Begitupun dengan Indonesia yang kini bahkan memiliki empat unicorn atau startup yang memiliki nilai melebihi 1 miliar dollar AS. Jumlah unicorn di Indonesia pun terbanyak di antara negara Asia Tenggara lainnya.

Pemerintah Indonesia pun semakin berkomitmen terhadap pengembangan industri digital tersebut dalam sebuah visi “Indonesia, The Digital Energy of Asia”. Melalui visi “Membangun Ekosistem dan Memberdayakan Pelaku Ekonomi Kreatif”, BEKRAF pun berupaya Membangun Ekosistem dengan cara mengenali para Stakeholder (atau komponen) dan memfasilitasi agar terjadi kolaborasi di antara mereka.

Tahun ini BEKRAF bersama Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) telah memulai inisiatif untuk membawa kota-kota di Indonesia masuk ke jaringan ekosistem startup global melalui Laporan “Accelerating Indonesia To Global Startup System”.

BEKRAF juga menyusun rencana kajian Indeks Kota Startup Indonesia (Startup City) yakni Kajian Indeks yang menunjukkan level kesiapan kota-kota di Indonesia sebagai ekosistem yang mendukung pertumbuhan startup-startup digital.

“Indonesia kini memiliki empat Unicorn yang telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Indonesia perlu membangun ekosistem startup bertaraf global untuk menghasilkan lebih banyak startup yang akan memberikan kontribusi kepada ekonomi, khususnya ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” kata Deputi Infrastruktur BEKRAF Hari Santosa Sungkari dalam keterangannya, Minggu (11/8/2019).

Dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, termasuk untuk subsektor aplikasi dan pengembang permainan, pemerintah selalu melibatkan aktor lain dari akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas terkait. Pemerintah, dalam hal ini Bekraf, telah menggandeng MIKTI dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital.

Menurut laporan berjudul Global Startup Ecosystem Report 2019 (GSER) yang dirilis oleh Startup Genome pada Mei 2019, Jakarta merupakan penantang kuat (challenger) sebagai kota dengan ekosistem startup potensial di kancah global atau The Next Top 30 Global Startup. Jakarta setara dengan kota-kota besar seperti Seoul, Moscow, dan Tokyo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X