Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Chatib Basri: Meski Ekonomi Bisa Terkontraksi hingga 0,4 Persen, namun Pemulihan Bisa Cepat

Sebab, kasus pandemi Covid-19 begitu berbeda dengan krisis likuiditas pada tahun 1998 dan 2008. Semua dunia secara serentak mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi karena berbagai pencegahan penularan virus, seperti karantina wilayah (lockdown).

"Akibat dari social distancing, ekonomi negara bisa dalam situasi sangat berat. Saya enggak akan surprise kalau pertumbuhan ekonomi kita itu ada pada kisaran yang berat, Menteri Keuangan (Sri Mulyani) memprediksi yang berat -0,4 persen. Saya enggak surprise," kata Chatib dalam konferensi video, Selasa (12/5/2020).

Chatib menuturkan, pertumbuhan ekonomi telah mengalami penurunan dalam 1 bulan terakhir setelah lockdown diberlakukan pada akhir Maret 2020. Hal itu terlihat ketika pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020 hanya 2,9 persen setelah digadang-gadang masih mampu tembus di kisaran 4 persen.

Chatib memprediksi, kontraksi akan semakin dalam pada kuartal II 2020 sehingga dia tak terkejut bila ekonomi bisa terkontraksi mencapai 0,4 persen pada 2020.

Pemulihan Bisa Cepat

Namun, terkontraksinya ekonomi RI hanya disebabkan karena Covid-19. Bila pandemi berakhir, Chatib yakin pemulihan ekonomi akan berlangsung lebih cepat karena fundamentalnya lebih kuat.

"Mengenai kondisi ekonomi, itu akan berat. Tapi saya akan katakan ini semua terjadi karena covid. Jadi kalau Covid-nya selesai, ekonominya akan kembali. Ini berbeda dari tahun 1998," sebutnya.

Sebelumnya, pemerintah membuka kemungkinan terealisasinya skenario sangat berat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020.

Hal tersebut tecermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 yang hanya mencapai 2,97 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah tengah mengantisipasi skenario sangat berat, yaitu perekonomian tumbuh minus 0,4 persen bila di kuartal III dan IV 2020 tak terjadi perbaikan.

Padahal sebelumnya, pemerintah masih optimistis perekonomian kuartal I bisa tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 4,7 persen, dan baru akan mengalami tekanan cukup dalam di kuartal II 2020. Hingga akhir tahun perekonomian diproyeksi tumbuh 2,3 persen.

"Sehingga kemungkinan masuk skenario sangat berat mungkin terjadi dari 2,3 persen menjadi minus 0,4 persen," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI secara virtual, Rabu (6/5/2020).

https://money.kompas.com/read/2020/05/12/213200426/chatib-basri--meski-ekonomi-bisa-terkontraksi-hingga-0-4-persen-namun

Terkini Lainnya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Work Smart
BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Spend Smart
SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Whats New
Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Whats New
Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Whats New
Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Whats New
Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke