Kemendag: Perusahaan Gula Rafinasi Lakukan Pelanggaran

Kompas.com - 29/12/2011, 21:50 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan, seluruh perusahaan gula rafinasi melakukan pelanggaran dalam hal distribusi gula impor. Ini ditandai dengan angka tingkat kepatuhan di mana tidak ada yang mencapai skor 100. "Dengan 8 perusahaan (gula rafinasi) juga hampir seluruhnya atau seluruhnya itu melakukan pelanggaran dengan tidak melengkapkan gula rafinasi yg diantarpulaukan dengan SPPGRAP (Surat Persetujuan Perdagangan Gula Rafinasi Antar Pulau)," ujar Bayu di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (29/12/2011).

Surat ini penting dimiliki untuk mencegah peredaran gula rafinasi di luar pulau secara ilegal. Di mana ada ditemukan perusahaan yang mengaku tidak menjual gula ini di luar Pulau Jawa tetapi faktanya tidak demikian. Ini bisa jadi karena ulah distributornya. "Kita mendalami masing-masing perusahaan, apakah ada yang tidak langsung menjual ke industri. Maka kita temukan beberapa perusahaan yang lebih dari 50 persen penjualan gulanya melalui distributor, tidak langsung ke industri penggguna," tutur dia.

Terkait itu, Kementerian Perdagangan menemukan sebanyak 3 dari 8 perusahaan memiliki distributor yang ternyata tidak memiliki surat penunjukan. Seiring dengan pelanggaran ini, Bayu menerangkan, Kementerian Perdagangan membuat peringkat tingkat kepatuhan.

Bayu menuturkan, angka kepatuhan tertinggi adalah 97,98 sedangkan yang terendah yakni 41,06. Dengan angka kepatuhan tertinggi adalah 100. Bagi perusahaan yang tingkat kepatuhannya rendah maka akan ada sanksi yakni pemotongan alokasi impor gula. Hal sebaliknya berlaku untuk perusahaan yang tingkat kepatuhannya tinggi. "Jadi kepada masing-masing perusahaan besar alokasinya akan diubah sama sekali. Disesuaikan dengan angka-angka tingkat kepatuhan masing-masing perusahaan," ucap Bayu.

Jadi, terang Bayu, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan, pabrik gula rafinasi yang mendapatkan izin impor harus bertanggung jawab terhadap distribusinya. "Dan rangking itu akan menjadi dasar bagi kita mengalokasikan (kuota impor) untuk 2012. Tentu yang tingkat kepatuhan paling rendah, maka akan ada punishment dalam bentuk pemotongan dari alokasi dari raw sugar yang diizinkan untuk dia impor," katanya.

Kuota impor gula pada tahun depan telah mengalami koreksi seiring dengan penemuan rembesan gula rafinasi di pasar eceran sebesar 17,9 persen, atau sekitar 400 ribu ton gula. Dengan temuan itu, kuota impor gula pun menjadi 2,1 juta ton pada 2012.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Farel Prayoga, Erick Thohir Tawari Beasiswa hingga Manggung di Sarinah

Bertemu Farel Prayoga, Erick Thohir Tawari Beasiswa hingga Manggung di Sarinah

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Bandara Kertajati Ditargetkan Layani Penerbangan Umrah November 2022

Bandara Kertajati Ditargetkan Layani Penerbangan Umrah November 2022

Whats New
Syarat dan Cara Tukar Uang Baru 2022 secara Online

Syarat dan Cara Tukar Uang Baru 2022 secara Online

Spend Smart
Hati-hati Uang Palsu, Simak Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru Tahun Emisi 2022

Hati-hati Uang Palsu, Simak Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru Tahun Emisi 2022

Whats New
Cerita Erick Thohir di Balik Sukses RI Tangani Pandemi: Kita Sangat Cepat Mengantisipasi...

Cerita Erick Thohir di Balik Sukses RI Tangani Pandemi: Kita Sangat Cepat Mengantisipasi...

Whats New
Cegah Terminal Bus Sepi Penumpang, Kemenhub Terapkan 'Mixed Use', Apa Itu?

Cegah Terminal Bus Sepi Penumpang, Kemenhub Terapkan "Mixed Use", Apa Itu?

Whats New
IHSG Berpotensi Bergerak Dua Arah Hari Ini

IHSG Berpotensi Bergerak Dua Arah Hari Ini

Whats New
Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Turun, Wall Street Ditutup Hijau

Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Turun, Wall Street Ditutup Hijau

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Hampir 4 Persen, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Hampir 4 Persen, Apa Sebabnya?

Whats New
Cerita Afrizal, Jualan Bumbu di Pasar Sukses Raup Omzet Ratusan Juta, Ini Resepnya

Cerita Afrizal, Jualan Bumbu di Pasar Sukses Raup Omzet Ratusan Juta, Ini Resepnya

Whats New
Pameran IFEX 2022 Resmi Digelar, Diharap Jadi Acuan Industri Furnitur Global

Pameran IFEX 2022 Resmi Digelar, Diharap Jadi Acuan Industri Furnitur Global

Whats New
[POPULER MONEY] BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru | Reaksi Jokowi Atas Mahalnya Harga Tiket Pesawat

[POPULER MONEY] BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru | Reaksi Jokowi Atas Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Whats New
KLHK Dorong Produsen AMDK Perbanyak Kemasan Besar agar Daur Ulang Mudah

KLHK Dorong Produsen AMDK Perbanyak Kemasan Besar agar Daur Ulang Mudah

Whats New
Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online dan Offline

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online dan Offline

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.