Kompas.com - 28/11/2012, 08:32 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

SEMARANG, KOMPAS.com — Kesulitan mencukupi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi akan terus terjadi akibat adanya kelebihan kendaraan pribadi. Kota Semarang, Jawa Tengah, juga termasuk kota yang kendaraan pribadinya melebihi sarana transportasi yang ada.

Pengamat transportasi Fakultas Teknik Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, Rabu (28/11/2012), mengemukakan, jumlah kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, milik warga Kota Semarang sebanyak 1,3 juta kendaraan.

"Dengan jumlah kendaraan sebanyak itu, artinya tiap keluarga memiliki 3-4 kendaraan bermotor," kata Djoko.

Ketika jumlah kendaraan pribadi lebih besar dibandingkan dengan sarana transportasi umum yang tersedia, bisa dibayangkan warga akan memenuhi jalan dengan kendaraan pribadi yang boros bahan bakar minyak (BBM). Oleh karenanya, pembatasan BBM bersubsidi akan sia-sia jika tidak dibarengi program transportasi massal yang menjangkau semua wilayah perkotaan.

Assistant Manager Eksternal Relation Pertamina Pemasaran Jateng & DIY Heppy Wulansari menjelaskan, penyaluran BBM bersubsidi, baik premium maupun solar, di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sampai 25 November 2012 sudah melebihi limit hingga 3 persen. Misalnya, penyaluran premium saat ini sudah 3.160.000 kiloliter; dari kuota tahun ini, yang dipenuhi sekitar 3.480.000 kiloliter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.