Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Demi Industri, Karyawan Indosat Demo

Kompas.com - 13/02/2013, 13:19 WIB

Aditya Panji/KompasTekno Aksi demonstrasi karyawan Indosat dan IM2 di Bundaran HI Jakarta, Rabu (13/2/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com - Karyawan Indosat dan IM2 berdemonstrasi di Bundaran HI Jakarta, Rabu (13/2/2013). Mereka menuntut agar Kejaksaan Agung menghentikan kriminalisasi dugaan korupsi penyalahgunaan frekuensi 2.100MHz dalam perjanjian bisnis Indosat dan anak perusahaannya, PT Indosat Mega Media (IM2).

Aksi demonstrasi dimulai dengan longmarch dari kantor Indosat ke Bundaran HI sejak pukul 08.00. Serikat Pekerja Indosat, Serikat Pekerja IM2, Serikat Pekerja Lintasarta, dan beberapa serikat pekerja dari industri telekomunikasi, ikut dalam aksi damai ini untuk menyelamatkan industri telekomunikasi.

"Massa yang turun ke jalan ada sekitar 2.500 orang," kata Division Head Public Relations Indosat Adrian Prasanto.

Aksi ini sempat membuat lalu lintas di kawasan Bundaran HI dan MH Thamrin terhambat. Para karyawan membubarkan diri pukul 12 siang.

Seperti diketahui, Indosat dan IM2 sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan frekuensi radio 2.100MHz atau 3G. Kedua perusahaan itu disebut menggunakan frekuensi bersama.

Setelah melakukan audit, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menilai kerjasama bisnis Indosat dan IM2 telah merugikan negara sebesar Rp 1,3 triliun. Namun, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah menangguhkan pelaksanaan keputusan BPKP itu atas permohonan dari Indar Atmanto, Indosat dan IM2, pada 7 Februari 2013.

Menteri Komunikasi dan Informatikan Tifatul Sembiring secara tegas mengatakan dalam surat resmi, bahwa hubungan bisnis Indosat dan IM2 telah sesuai peraturan yang berlaku. Dalam praktiknya, IM2 sebagai perusahaan penyedia jasa internet, menggunakan jaringan dari penyelenggara jaringan telekomunikasi, dalam hal ini Indosat.

IM2 tidak punya kewajiban membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Radio, karena IM2 tidak menggunakan frekuensi sendiri untuk menyelenggarakan jasa internet. Hal ini telah sesuai aturan, dan biasa dipraktikan dalam hubungan bisnis penyedia jasa internet (IM2, CBN, dan sebagainya) dengan penyelenggara jasa telekomunikasi (Indosat, Telkomsel, XL, Axis, dan sebagainya).

Meski telah menerima surat dari Menkominfo, Jampidsus D. Andhi Nirwanto bersikeras melanjutkan kasus tersebut hingga ke Pengadilan Tipikor.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Dirut IM2 Indar Atmanto sebagai tersangka. Menurut Ketua Serikat Pekerja Indosat Yoan Hardi, hal ini tidak berdasarkan pada logika dan dasar hukum yang jelas, karena Kejaksaan Agung terpaku pada laporan Ketua LSM Lembaga Konsumen Telekomunikasi Indonesia (LKTI), Denny A.K.

Padahal, Denny A.K telah tertangkap tangan berupaya memeras Indosat. Atas bukti ini, ia dijatuhi vonis 16 bulan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam orasinya, Serikat Pekerja Indosat dan IM2 menuntut agar pengadilan menghentikan penyidikan yang tidak mendasar terhadap kedua perusahaan.

Sidang lanjutan kasus Indosat dan IM2 ini akan berlangsung pada Kamis (14/2/2013) pukul 2 siang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Karyawan Indosat dan IM2 berharap pengadilan dapat mengeluarkan putusan yang adil.

Jika Indosat dan IM2 dinyatakan bersalah, maka 200 perusahaan penyedia jasa internet juga akan bermasalah. Hal ini dikhawatirkan dapat menganggu industri telekomunikasi dan mengakibatkan ketidakpastian hukum.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Besarannya

BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Besarannya

Whats New
Kementerian ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Naik Jadi Rp 12.453 Per Liter

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Naik Jadi Rp 12.453 Per Liter

Whats New
Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup Sampai Hari Ini

Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup Sampai Hari Ini

Whats New
Turun, Inflasi April 2024 Capai 3 Persen

Turun, Inflasi April 2024 Capai 3 Persen

Whats New
Harga Tiket Kereta Api 'Go Show' Naik Mulai 1 Mei

Harga Tiket Kereta Api "Go Show" Naik Mulai 1 Mei

Whats New
SMGR Kantongi Laba Bersih Rp 471,8 Miliar pada Kuartal I-2024 di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

SMGR Kantongi Laba Bersih Rp 471,8 Miliar pada Kuartal I-2024 di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BRI

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BRI

Whats New
Kasbon Digital Dinilai Bisa Jadi Solusi agar Karyawan Terhindar dari Pinjol

Kasbon Digital Dinilai Bisa Jadi Solusi agar Karyawan Terhindar dari Pinjol

Whats New
Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Whats New
Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Whats New
Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Whats New
Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Whats New
Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Whats New
Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com