Kompas.com - 06/05/2013, 13:08 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — MNC SkyVision yang mengeluarkan produk Indovision membantah telah berpihak pada Partai Hanura. Hal ini menyusul munculnya sebuah video suara yang diunggah ke Youtube terkait rencana pembuatan saluran khusus di Indovision dan slot khusus di RCTI untuk Partai Hanura.

"Kami tidak pernah menghadiri pertemuan Partai Hanura dan di sana, di setiap pertemuan, bisa saja orang ada minta liputan. Itu sah-sah saja," ujar Head of Corporate Secretary MNC SkyVision Arya Mahendra Sinulingga, saat dihubungi, Senin (6/5/2013).

Arya menuturkan, permintaan serupa juga banyak diterimanya dari partai politik lain ataupun organisasi-organisasi kemasyarakatan. Namun, semua permintaan itu tidak langsung dikabulkan. "Semua media juga pasti mengalami hal ini, banyak yang minta slot. Tapi apakah akan ditayangkan atau tidak, itu persoalan berikutnya," imbuh Arya.

Ia pun menyatakan, tidak ada satu pun pemberitaan di Grup MNC yang melanggar peraturan perundang-undangan. "Jadi, sampai hari ini tidak ada arahan apa pun baik dalam jumlah maupun komposisi pemberitaan yang berpihak pada partai tertentu, tidak ada. Lihat saja berita kami, sederhana," kata Arya.

Sebuah video yang diunggah ke Youtube berjudul "Media & Politik 1" kini mulai ramai diperbincangkan di dunia maya. Video itu menampilkan suara disertai teks tentang arahan dari seorang pria. Pria itu memberikan arahan tentang konten media RCTI dan Indovision, keduanya milik bos Grup MNC, Hary Tanoedoedibjo, yang juga merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Hanura. Rencananya, di kedua media itu akan dimasuki slot kampanye Partai Hanura.

Adapun berikut isi pengarahan di dalam video berdurasi 2 menit 6 detik yang diunggah oleh KIDPIndonesia pada Minggu (5/5/2013) lalu. "Tetapi, saya lagi berunding dengan Mas Willy untuk bagaimana acara RCTI Jawa Timur akan bisa dimasuki slot kampanye teman-teman yang daerahnya jauh-jauh. Jadi mudah-mudahan ketemu solusinya. Karena memang menyangkut waktu, agak susah. Jadi kemarin Mas Willy masih agak kesulitan menemukan formulanya."

"Nanti aku mau izin, pokoknya kalian mau bikin berita, baik teks atau apa pun, langsung ke Willy aja. Willy yang koordinator semua. Biar jangan ke Pak Mirdasi."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya, tadi saya sudah koordinasi dengan Mas Willy. Jadi insya Allah.... Yang tidak tahu nomor telepon saya, ya tidak saya uruslah. Kira-kira begitu."

"Kemudian yang berikutnya yang ingin saya sampaikan, Pak Arya, sebagaimana pernah saya usulkan di partai yang lama. Kita kan punya Indovision. Saya usulkan seluruh kantornya Hanura dan Hanura di seluruh Jawa Timur diberi Indovision gratis."

"Mengapa kok kemudian harus digratisin? Ada lanjutannya. Kita kepengin ada satu channel di Indovision itu, yaitu informasi tentang Partai Hanura. Dan itu sudah kita programkan di partai lama, mudah-mudahan hari ini bersama dengan Hanura, hari ini dilakukan lagi Pak Arya."

"Karena itu, akan memudahkan teman-teman di masing-masing kabupaten/kota. Dan terakhir, teman-teman sekalian bahwasanya ini semua kita ikhtiarkan untuk kemenangan bersama. Dan kerja sama kita yang menentukan. Maka dari itu, mari sama-sama bahu-membahu untuk memenangkan ini secara bersama-sama."

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.