Biaya Petugas Pendata BLSM "Telan" Rp 550 Miliar

Kompas.com - 25/07/2013, 13:45 WIB
Warga lanjut usia mendatangi Kantor Pos Besar, Yogyakarta, untuk mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 300.000, Sabtu (22/6/2013). Dana BLSM di wilayah Kota Yogyakarta disalurkan kepada 16.031 Rumah Tangga Sasaran (RTS).  KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga lanjut usia mendatangi Kantor Pos Besar, Yogyakarta, untuk mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 300.000, Sabtu (22/6/2013). Dana BLSM di wilayah Kota Yogyakarta disalurkan kepada 16.031 Rumah Tangga Sasaran (RTS).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Biaya yang dibayarkan untuk petugas pendata penerima kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi menelan dana Rp 550 miliar. Program tersebut melibatkan 120.000 pencacah.

Deputi Seswapres Bidang Kesra dan Penanggulangan Kemiskinan atau Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto mengatakan, petugas ini memanfaatkan daftar awal lalu pencacah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan.

"Ini memang mahal sekali, jadi kami sudah mengeluarkan dana Rp 550 miliar untuk pendata tersebut," kata Bambang saat konferensi pers di Kantor Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Bambang menambahkan mahalnya biaya pendata ini disebabkan karena pendataan ini dilakukan dari rumah ke rumah dan bukan sampel.

Selain itu, pendataan dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait variabel yang diduga berkaitan erat dengan status kesejahteraan, misalnya seperti karakteristik rumah tangga, kondisi sosial ekonomi, keadaan rumah tinggal, hingga kepemilikan aset dan lain-lain.

Dari pendataan tersebut, pemerintah mendapatkan hasil untuk penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarkat (BLSM) mencapai 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS).

Jumlah penerima kompensasi ini lebih kecil dari penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di 2008 yang mencapai 18,5 juta RTS.

"Karena jumlah penerima BLSM 2013 lebih sedikit dibanding dengan penerima BLT 2008, maka terdapat RTS penerima BLT 2008 tidak lagi menerima BLSM tahun ini," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.