Kompas.com - 28/11/2013, 07:08 WIB
Menteri Perindustrian MS Hidayat KOMPAS.COM/Sandro GatraMenteri Perindustrian MS Hidayat
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan, perundingan pengambilalihan Inalum antara Indonesia dan pihak Jepang sudah menyepakati harga 556,7 juta dollar AS.

”Sudah ada kesepakatan harga, yakni 556,7 juta dollar AS. Saat ini sedang dibicarakan soal kesepakatan akhir (termination agreement). Tidak perlu arbitrase,” kata Hidayat, Rabu (27/11/2013) petang.

Hidayat ditemui seusai acara peluncuran 1.000 merek dagang produk usaha kecil dan menengah (UKM). Hadir pada peluncuran tersebut Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin.

Hidayat mengatakan, pihaknya menargetkan penandatanganan kesepakatan akhir dapat dilakukan sebelum 12 Desember 2013. ”Penandatanganan kesepakatan akhir diusahakan antara 9 dan 10 Desember 2013 di Jakarta,” ujarnya.

Target waktu ini dengan menimbang bahwa pada 12 Desember 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengunjungi Tokyo, Jepang, untuk menghadiri ASEAN-Japan Forum. Hidayat menginginkan agar penyelesaian dan penandatanganan dapat dilakukan sebelum Presiden tiba di Tokyo.

”Semakin cepat juga semakin baik supaya menghindari ketidakpastian. Kalau basic agreement dan pengakhiran kontrak sudah diteken, kan, selesai sehingga kita tinggal menindaklanjutinya secara teknis,” kata Hidayat.

Terkait respons pihak Jepang menyangkut waktu penandatanganan kesepakatan akhir, Hidayat menuturkan bahwa kelihatannya Jepang bisa menerima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek Asahan (PT Inalum) merupakan proyek kerja sama persahabatan antara pihak Jepang dan Pemerintah Indonesia. Proyek Asahan didirikan berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan konsorsium 12 investor Jepang yang ditandatangani pada 7 Juli 1975.

Proyek kerja sama yang diatur dalam perjanjian Master Agreement for The Asahan Hydroelectric and Alumunium Project tersebut resmi berakhir pada 31 Oktober 2013.

Pada negosiasi sebelumnya, Indonesia sempat mengajukan penawaran 424 juta dollar AS sebelum akhirnya naik menjadi 558 juta dollar AS. Adapun Jepang sempat tetap bertahan pada angka 626 juta dollar AS.

Selasa petang, Hidayat mengatakan, terkait pengambilalihan PT Inalum pihak Indonesia dan Jepang menyepakati angka untuk diaudit, yaitu dengan taksiran 20 juta ke atas dan 20 juta ke bawah dari angka 556 juta dollar AS. (CAS)

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.