Menperin: Soal Lahan Foxconn, Saya Tidak Ikut Campur

Kompas.com - 11/04/2014, 07:44 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi investasi Foxconn masih juga terkendala penyediaan lahan, setelah produsen komponen ponsel pintar tersebut meminta lahan 200 hektar kepada pemerintah Indonesia.

Belakangan dikabarkan Foxconn berencana menyewa lahan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Namun, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihak KBN tidak menghendaki rencana Foxconn bila hanya menyewa lahan.

Ia menuturkan, KBN menginginkan Foxconn membeli lahan tersebut dalam bentuk ekuitas. Meski demikian, dia menegaskan tak mau terlalu jauh mengintervensi.

"Foxcon tidak mengerti. KBN kalau disewa tidak mau. Saya tidak ikut campur. Itu kan B to B (business to business)," ujarnya.

Kendati demikian, Hidayat menyadari proyek Foxconn bisa menjadi model industri serupa di kawasan barat Indonesia. Oleh karena itu, untuk memuluskan realisasi investasi Foxconn, setidaknya diperlukan join venture agreement.

Alasannya, kata dia, MoU yang pernah diteken pihak Foxconn dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, masih lemah secara hukum. "Itu perjanjian tidak mengikat secara hukum," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.