Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/01/2015, 11:33 WIB
|
EditorErlangga Djumena

Selanjutnya, Susi bercerita tentang potensi kekayaan laut Indonesia, yang ternyata timpang dari hasil yang dinikmati masyarakat selama ini, dan soal hilangnya penerimaan negara. Susi sepakat dengan Gus Dur bahwa maritim Indonesia harus kuat.

Susi juga mengaku sangat senang manakala Gus Dur membentuk Departemen Eksplorasi Laut. Selain kepada Gus Dur, Susi mengatakan bahwa dirinya juga sependapat dengan Presiden Joko Widodo bahwa selama ini Indonesia "memunggungi" laut.

"Kita menyebut setiap hari, Indonesia adalah negara kepulauan. But what then? Saya tidak tahu mana yang salah, apa yang kita lakukan ini (malah) menjauhkan diri kita dari hakikat orang kepulauan." Kata-kata Susi kali ini membuat yang hadir merenung.

Di penghujung akhir, Susi berbagi sedikit kisah pribadinya. Susi mengatakan, dia hidup dan tumbuh di keluarga yang cukup agamais. Bahkan, Susi mengaku cukup terampil membuat kaligrafi.

Selain itu, walaupun pendidikan terakhir yang ditamatkan hanya jenjang menengah, Susi mengaku banyak membaca.

"Saya baca Das Kapital, saya baca (buku) Adam Smith," kata Susi, diikuti tepuk tangan hadirin.

Walau begitu, dia merasa belum bisa menggunakan bahasa birokratis secara baik. Pada bagian ini pun Susi membuat semua orang tertawa.

"Saya mencoba berbicara Indonesia lebih baik, lebih birokratis. Saya memohon maaf, bahasa saya kurang banyak, kurang meng-Indonesia. Sejauh ini belum menemukan kamus birokrasi. Kalau Anda punya, saya bisa pelajari," kata dia.

Baca juga:
Menteri Susi: Jangan Takut Disebut Bangsa Barbar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+