Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Pembangkit Listrik 35.000 Megawatt Terbuka Bagi Investor Asing

Kompas.com - 04/09/2015, 14:46 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mengatakan, proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 sangat terbuka bagi investor asing yang tertarik. Saat ini, sudah ada tiga negara yang tertarik menggarap proyek prestisius itu.

"Tentunya di sini kita welcome terhadap investasi dari luar. Karena kita tahu selain Tiongkok dan Jepang kan AS salah satu tertarik," ujar Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman di Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Dia menjelaskan, proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt merupakan suatu kebutuhan bagi Indonesia. Pasalnya untuk mendorong ketersediaan listrik pada 5 tahun mendatang, tak bisa hanya mengandalkan pembangkit listrik yang ada saat ini.

"Dalam hal ini tentunya kita lakukan terobosan, termasuk PLTU Batang yang sudah diumumkan berjalan," kata dia.

Kemarin, Kamis (3/9/2015), Pemerintah Amerika Serikat (AS) membentuk grup kerja yang terdiri dari 52 perusahaan asal AS dan 11 agensi energi dan keuangan untuk mendanai dan memfasilitasi proyek listrik 35.000 megawatt.

Bahkan, Departemen Energi AS sudah menyiapkan dana sebesar 1,2 juta dolar AS untuk membiayai pembangunan instalasi energi baru terbarukan di sejumlah lokasi terpencil, seperti di Indonesia. Rencananya, proyek tersebut akan bekerjasama dengan PLN.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com