AirNav Kelola Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki di Batam Tahun Ini

Kompas.com - 27/05/2017, 18:00 WIB
Suasana di dalam Operation Room Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja saat Lebaran. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASuasana di dalam Operation Room Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja saat Lebaran.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengambilalihan ruang udara Blok ABC milik Indonesia yang masih dikuasai Singapura dan Malaysia direncanakan rampung pada tahun 2019.

Direktur Operasional Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Wisnu Daryono menargetkan, tahun ini, pihaknya sudah dapat mengelola penerbangan di Blok ABC yang ketinggiannya di bawah 20.000 kaki.

"Secara bertahap, tahun ini kami sudah mengambil wilayah sekitar 20.000 kaki ke bawah. Mudah-mudahan tahun ini beres, penerbangan di bawah 20.000 kaki diatur AirNav Indonesia," kata Wisnu, kepada Kompas.com, Sabtu (27/5/2017).

Adapun ruang udara blok ABC berada di atas Kepulauan Riau yang meliputi Batam, Tanjung Pinang, Karimun, dan Natuna. Ruang udara blok ABC dikendalikan oleh Singapura dan Malaysia, ketika dua negara tersebut masih di bawah jajahan Inggris, atau sejak tahun 1946.

Saat ini, kata dia, AirNav Indonesia tengah meningkatkan pelayanan di Natuna dari Aeronautical Flight Information Services (AFIS) menjadi Area Aerodrome Control (ADC) dan Approach Control (APP).

Kegiatan ini ditargetkan rampung akhir tahun ini. "Sampai tahun depan menjadi terminal control area sambil melakukan proses-proses komunikasi dengan Singapura dan organisasi penerbangan internasional," kata Wisnu.

Penguasaan ruang udara secara penuh ini akan meningkatkan martabat Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Tingginya harga diri Indonesia di mata dunia ini melebihi keuntungan dari sektor lain yang akan didapat, contohnya ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penguasaan ruang udara Blok ABC ini juga akan membawa dampak yang besar terhadap pendapatan negara dari segi ekonomi.

Yakni melalui pemasukan atas lalu lintas pesawat komersil. "Selama ini izin ATC Clearance itu dari Sinvapura, kalau kami ambil alih, AirNav Indonesia yang akan melayani. Tidak perlu lagi minta izin Singapura," kata Wisnu.

(Baca: Kerja Sama AirNav dengan NATS untuk Kembangkan Soetta Capai Rp 16,26 Miliar)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.