KILAS

Cenderung Kaku, Menaker Ingin Reformasi Ekosistem Ketenagakerjaan

Kompas.com - 03/04/2019, 09:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri sedang berdiskusi dengan Wapres Jusuf Kalla ketika membuka Rakerkonas Apindo ke-29 di Kepulauan Riau, Selasa (2/4/2019). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri sedang berdiskusi dengan Wapres Jusuf Kalla ketika membuka Rakerkonas Apindo ke-29 di Kepulauan Riau, Selasa (2/4/2019).

KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) M. Hanif Dhakiri mengatakan, salah satu problem utama dalam dunia ketenagakerjaan yakni ekosistem ketenagakerjaan yang kaku dan rigid.

Karena itu diperlukan transformasi reformasi ketenagakerjaan di masa depan dari sebuah ekosistem ketenagakerjaan yang kaku dan rigid itu menjadi ekosistem yang fleksibel

"Ekosistem fleksibel sangat diperlukan karena dunia industri sudah semakin fleksibel, " kata Hanif Dhakiri seprti dalam keterangan tertulisnya.

Menaker sendiri mengatakan itu saat acara dialog interaktif Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo ke-29, di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (2/4/2019).

Untuk itu, Menteri Hanif Dhakiri meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan kalangan serikat kerja memberikan berbagai masukan guna memastikan agar ekosistem ketenagakerjaan lebih fleksibel.

Lebih lanjut, Hanif Dhakiri menjelaskan kakunya ekosistem ketenagakerjaan akhirnya membuat pertumbuhan investasi tidak sesuai harapan.

Sebab investasi yang selama ini datang cenderung padat modal. Padahal Indonesia butuh investasi padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja dan pengangguran

Karenanya, Hanif Dhakiri meyakini bila ekosistem ketenagakerjaan diperbaiki dan direformasi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih tinggi dari sekarang. yakni 5 persen.

"Empat dari 10 hambatan investasi di Indonesia bidang ketenagakerjaan, semuanya masuk dalam ranah ekosistem ketenagakerjaan. Jadi kalau reformasi ketenagakerjaan kami lakukan, pertumbuhan ekonominya akan lebih besar lagi, " ujarnya.

Jaga keseimbangan

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang hadir dalam Rakerkonas tersebut meminta Apindo untuk menjaga keseimbangan hubungan antara pekerja dan pengusaha.

Hal itu diperlukan mengingat keseimbangan hubungan tersebut merupakan kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X