Lulusan "Reputable University" Lebih Mudah Diterima Bekerja?

Kompas.com - 03/02/2020, 09:10 WIB
Ilustrasi bekerja sama. ShutterstockIlustrasi bekerja sama.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Mencari pekerjaan, apalagi bagi yang baru lulus kuliah atau fresh graduate bisa dibilang gampang-gampang susah.

Dalam prosesnya, terkadang melamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain penuh drama.

Tak jarang pula, banyak lulusan baru yang akhirnya stress terlalu lama menganggur lantaran tak kunjung diterima pekerjaan, meski sudah puluhan kali lamaran dikirimkan.

Melamar kerja akan semakin sulit begitu mendapati syarat-syarat yang terpampang di iklan lowongan kerja. Salah satunya HRD perusahaan yang mensyaratkan pelamar harus dari lulusan perguruan tinggi terkemuka atau reputable university.

Baca juga: Mengenal Aturan Cuti Haid bagi Pekerja Perempuan

Banyak pelamar lulusan baru yang mendadak kurang bersemangat saat mendapati lowongan kerja yang sesuai dengan jurusannya, namun rupanya perusahaan mencantumkan syarat harus reputable university.

Istilahnya, bersaing saja belum tapi sudah kalah. Umumnya, syarat kampus ternama banyak ditemukan pada iklan-iklan lowongan kerja perusahaan besar yang membuka peluang untuk lulusan baru atau fresh graduate.

Lalu, apa alasan spesifik perusahaan mensyaratkan reputable university?

Dikutip dari Joobstreet, Senin (3/2/2020), perusahaan besar yang mencantumkan syarat tersebut beranggapan kualitas lulusan perguruan tinggi ternama relatif memiliki kualitas yang baik, lantaran ujian masuknya pun sudah cukup sulit.

Baca juga: Ini Hak-hak Pekerja Perempuan Jika Harus Bekerja Shift Malam

Selain itu, perusahaan juga memiliki pertimbangan kalau dosen atau pengajar di perguruan tinggi terkemuka dinilai sangat kompeten.

Dalam anggapan perusahaan, pemberian nilai akademik dari pengajar reputable university memiliki syarat yang ketat sehingga ada persaingan yang tinggi antar mahasiswa untuk mendapatkan nilai terbaik saat di kelas.

Alasan lainnya, perguruan tinggi dengan akreditasi A memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap sehingga menunjang mahasiswa belajar secara intensif.

Sering ditemui pula, selain lulusan kampus ternama, perusahaan-perusahaan besar juga mencantumkan syarat lain berupa IPK yang tinggi.

Namun, tak perlu khawatir. Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Apa Manfaatnya?

Saat ini, mulai banyak perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan bonafit, yang mengesampingkan lulusan perguruan tinggi ternama.

Mereka lebih mengutamakan kualifikasi tertentu seperti soft skill seperti kepemimpinan, analisa, kecepatan, ketelitian kerja, keterampilan aplikasi dan software tertentu, hingga penguasaan bahasa asing.

Sejumlah perusahaan-perusahaan teknologi mulai menerapkan sistem perekrutan karyawan berdasarkan kemampuan memecahkan sebuah masalah.

Perusahaan sekelas Google, bahkan merekrut karyawannya lewat kompetisi memecahkan teka-teki alogaritma yang menantang pesertanya berpikir kreatif dan out of the box.

Baca juga: Mulai Rabu, Garuda Hentikan Sementara Penerbangan dari dan ke China

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X