Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waskita Karya Optimistis Tingkatkan Pertumbuhan Jangka Panjang

Kompas.com - 17/05/2024, 15:55 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan proses restrukturisasi keuangan dapat efektif di semester I 2024 sebagai upaya untuk meningkatkan performa perusahaan.

Saat ini, perseroan sudah mendapatkan seluruh persetujuan dari 21 perbankan Himbara maupun swasta. Selain itu, untuk mencapai pertumbuhan yang bekerlanjutan, Waskita Karya juga telah menerapkan Grand Strategy sebagaimana yang tertulis pada Rencana Jangka Panjang perseroan (RJPP) 2020 sampai 2024.

Ini dilakukan dengan cara melakukan diversifikasi pendapatan, peningkatan efisiensi, pengelolaan pendanaan, peningkatan kapabilitas internal, dan pengendalian risiko usaha.

Baca juga: Waskita Karya Bakal Jadi Anak Usaha Hutama Karya pada September 2024

Jalan Tol IKN Segmen 3A Karang Joang-KKT KariangauKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Jalan Tol IKN Segmen 3A Karang Joang-KKT Kariangau

SVP Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, perseroan saat ini tengah fokus melakukan komunikasi dengan seluruh stakeholders untuk meraih persetujuan skema restrukturisasi dari para pemegang obligasi maupun perbankan.

“Seluruh perbankan Himbara dan swasta secara prinsip telah menyetujui skema restrukturisasi," kata Ermy dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024).

Selain itu, imbuh dia, perseroan juga telah mendapat persetujuan atas tiga seri Obligasi Non-Penjaminan. Berkat hal itu, Pefindo menaikkan peringkat obligasi Waskita dari posisi idD menjadi idB. Hal ini menjadi pendorong optimisme untuk dapat memulihkan kinerja perusahaan.

Waskita Karya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tata kelola dan performa perusahaan melalui 8 stream penyehatan keuangan.

Baca juga: Kerjakan 12 Proyek di IKN, Waskita Karya Telah Selesaikan 2 Proyek

Salah satunya dengan menerapkan code of conduct terkait pelarangan pegawai dan pengurus sebagai mitra bisnis didukung dengan whistleblowing system untuk mendeteksi pelanggaran lebih awal.

Selain itu, perseroan juga melakukan sentralisasi procurement, engineering dan lean construction pada proyek-proyek yang sedang berjalan, serta melakukan efisiensi beban biaya operasional serta reorganisasi untuk mendukung konsep lean office.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com