Salin Artikel

Arsjad Rasjid: Memahami Industri Nasional Secara Menyeluruh, Kunci Utama Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

KOMPAS.com – Lebih kurang 30 juta pekerja di Indonesia terdampak pandemi Covid-19. Dampak yang dirasakan pun beragam, mulai dari pemotongan jam kerja atau upah, hingga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) secara langsung.

Tak hanya itu, pandemi juga memberikan dampak yang berbeda-beda bagi seluruh sektor industri. Industri konstruksi, misalnya, mengalami kontraksi cukup parah akibat menurunnya permintaan pasokan.

Meski demikian, terdapat beberapa sektor industri yang mulai menampakkan pemulihan dalam beberapa bulan terakhir, yakni kesehatan dan pertanian. Kedua sektor itu relatif tidak merasakan dampak yang signifikan dari pandemi.

Sebaliknya, kedua industri tersebut justru menunjukkan pertumbuhan kuat selama 2020. Pertumbuhan sektor pertanian, contohnya, didorong oleh peningkatan produksi, terutama tanaman pangan dan sayuran.

Melihat hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid mengatakan, pemulihan sektor industri tidak bisa menggunakan satu strategi yang sama.

Pemerintah, kata Arsjad, harus memahami industri nasional secara jelas dan menyeluruh. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan strategi atau treatment yang tepat bagi industri terdampak.

“(Pemerintah) bisa mulai memulihkan industri yang menjadi unggulan, yakni industri yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, memiliki multiplier effect yang kuat, dan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Arsjad pada acara Industry Talks: Peran Asosiasi Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (9/4/2021).

Arsjad mencontohkan, sektor manufaktur menjadi salah satu industri yang terdampak cukup parah. Bahkan, hingga kuartal IV 2020 industri manufaktur masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1 persen.

Walaupun demikian, manufaktur bisa menjadi industri unggulan karena berkontribusi besar terhadap PDB nasional, yakni sebesar 20,8 persen pada 2020 dan menyerap sekitar 14 persen tenaga kerja nasional.

“Demikian pula sektor konstruksi. Sektor ini berkontribusi sebesar 10,1 persen terhadap PDB nasional. Sektor-sektor inilah yang perlu mendapat perhatian dan stimulus dari pemerintah agar perekonomian kembali pulih,” terang Arsjad.

Kemudian, lanjutnya, sektor industri yang tumbuh selama pandemi, seperti pertanian, kesehatan, dan informasi teknologi perlu dijaga karena bersifat esensial dan strategis terhadap perekonomian nasional.

“Jadi, pendekatan one size fits all atau satu solusi untuk semua tidak bisa diterapkan karena dampak yang dialami setiap industri berbeda-beda. Untuk mewujudkannya, perlu kerja sama menyeluruh antar-stakeholder terkait,” ujar pria yang menjadi calon Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 itu.

Partner utama pemerintah

Arsjad meyakini, Kadin bisa mengambil peran penting sebagai partner utama pemerintah dalam mendukung pencapaian program prioritas nasional, termasuk pemulihan ekonomi pascapandemi.

Untuk itu, Arsjad turut memaparkan visi dan misi dalam rangka pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Kadin.

“Membangun Kadin baru yang inklusif dan kolaboratif menjadi visi saya. Dalam hal ini, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah bisa jadi lebih terstruktur. Kadin juga perlu mendorong peran aktif dan melibatkan seluruh asosiasi dalam setiap prosesnya,” ujar Arsjad.

Arsjad pun mengajak semua pihak untuk tumbuh secara inklusif tanpa melihat skala industri dan besarnya modal yang dimiliki.

“Saya juga ingin membangun Kadin sebagai sebuah rumah untuk bisa berkolaborasi dan bergotong royong. Ke depan, saya ingin lebih mendorong keterlibatan pihak swasta di dalam pemulihan ekonomi nasional. Tanpa peran aktif swasta, saya yakin perekonomian akan rentan dan rapuh,” ujarnya.

Berdasarkan pemikiran tersebut, Arsjad pun membagi misinya ke dalam empat pilar.
Pertama adalah pilar kesehatan. Menurutnya, kesehatan adalah tulang punggung perekonomian nasional dan harus menjadi prioritas utama.

Kedua, pengembangan ekonomi nasional dan daerah. Arsjad ingin memastikan bahwa setiap orang mempunyai kesempatan dan akses yang sama untuk memulai usaha serta berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Dengan begitu, tingkat kesenjangan masyarakat bisa diperkecil.

Ketiga, pengembangan kewirausahaan dan kompetensi. Di era digital, perlu adanya akselerasi sistem usaha berbasis data dan ekonomi digital. Perkembangan ekonomi digital telah mengubah cara berinteraksi industri dengan konsumen sehingga perlu adaptasi agar tetap relevan.

“Kolaborasi antara perusahaan besar dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga perlu diperkuat. Saya melihat Kadin dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM,” jelas Arsjad.

Menurutnya, hal tersebut bisa dicapai dengan upaya mendirikan innovation hub atau warung inovasi dan mengembangkan vocational training sehingga produk UMKM Indonesia menjadi lebih kompetitif di mancanegara.

Keempat, penguatan internal organisasi dan regulasi. Arsjad meyakini, Kadin harus berperan sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antara pengusaha dan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri.

https://money.kompas.com/read/2021/04/21/121500326/arsjad-rasjid--memahami-industri-nasional-secara-menyeluruh-kunci-utama

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.