Salin Artikel

Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Hal itu diungkapkan Erick dalam unggahan videonya di instagram @erickthohir, saat dirinya mengisi acara program Onboarding Directorship Angkatan ke-2 dan Onboarding Commissioner Angkatan ke-1 yang digelar BUMN Leadership & Management Institute (BLMI).

Menurut Erick, saat ini tak sampai 50 persen BUMN yang telah siap bersaing dengan perusahaan swasta dan asing. Mayoritas BUMN masih bergantung pada penugasan pemerintah atau berada di zona nyaman (comfort zone).

"Kita harus berjujur diri, di bawah 50 persen (BUMN) yang sudah siap berkompetisi secara terbuka dengan asing dan swasta, 60 persen itu masih bergantung kepada penugasan ataupun masih dalam situasi comfort zone," kata Erick dikutip dari instagram resminya, Jumat (25/6/2021).

"(Berpikir bahwa) 'Ini BUMN loh pasti diselamatkan', 'Terus kalau ada apa-apa rugi, nanti juga dikasih lagi sama negara', 'Nanti juga kalau ada apa-apa ditombokin'," lanjut dia.

Ia menekankan, paradigma tersebut harus berubah dan menjadikan BUMN berada di posisi yang kompetitif untuk bersaing, serta mampu memberikan dividen kepada negara.

Lantaran, negara tak bisa melulu hanya mengandalkan pemasukan dari pajak untuk menjalankan program bagi kepentingan rakyat.

Erick menilai, BUMN adalah tulang punggung negara, sehingga penting memastikan keberlanjutannya. Oleh sebab itu, pengelolaannya pun perlu dikawal dengan serius agar memberikan hasil yang optimal.

Ia menjelaskan, upaya yang tengah dilakukan pihaknya adalah mentransformasi BUMN baik dari sisi proses bisnisnya maupun kepemimpinannya. Menurut Erick, transformasi tak akan bisa dilakukan tanpa melibatkan sumber daya manusia.


Lewat pembentukan lembaga BLMI tersebut, diharapkan mampu meningkatkan hubungan antara direksi dan komisaris, mengingat keduanya punya peranan penting dalam perusahaan.

"Saya sangat berharap direksi dan komisaris dapat menjadi tim yang seimbang, tim yang kompak. Karena tantangan terbesar hari ini justru bisnis model masing-masing BUMN ini setelah Covid-19 bisa hidup atau enggak," kata dia.

Erick mengatakan, direksi merupakan bagian dari kepemimpinan yang menyentuh langsung keseharian perusahaan. Sementara komisaris berperan dalam pengawasan untuk memastikan apakah key perfomance indicator (KPI) yang ditargetkan perusahaan tercapai atau tidak.

"Keseimbangan kerja sama antara direksi dan komisaris, maupun antara direksi dan antara komisaris, ini sangat penting. Teamwork (kerja sama tim) itu menjadi kunci," kata Erick.

"Pemimpin itu harus hadir, karena saya tidak yakin transformasi hanya dari sayanya saja atau dari komisarisnya saja, tetapi kita ini harus sama-sama, baru kita bisa naik kelas," tutup dia.

https://money.kompas.com/read/2021/06/25/200817226/erick-thohir-tak-sampai-50-persen-bumn-yang-siap-kompetisi-dengan-swasta-dan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.