Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Elon Musk Cari Rp 15,53 Triliun untuk Kembangkan Perusahaan Kecerdasan Buatan

NEW YORK, KOMPAS.com - Miliarder Elon Musk berupaya mengumpulkan 1 miliar dollar AS untuk perusahaan kecerdasan buatannya xAI. Angka tesebut setara Rp 15,53 triliun dalam kurs Rp 15.534 per dollar AS.

Dalam sebuah pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), diketahui Musk telah mengumpulkan Rp 135 juta dollar AS dari total dana yang dibutuhkan dan masih memiliki sejumlah perjanjian pembelian.

Dalam sebuah unggahan di akun X pribadinya bulan lalu, Musk juga menginformasikan, investor X Corp yang dibelinya tahun lalu memiliki 25 persen saham xAI.

Adapun, tanggal penjualan pertama saham perusahaan tersebut adalah 29 November 2023.

Sebenarnya, semula Musk termasuk tokoh yang memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat menyebabkan kehancuran peradaban.

Namun, pada Juli lalu ia mengumumkan pembuatan xAI dengan menggandeng platform media sosial X, Tesla, dan perusahaan lainnya.

Musk juga sempat mengatakan, kecerdasan buatan akan mengarahkan manusia pada dunia yang membuat orang tidak perlu bekerja. Adapun, penggunaan teknologi AI akan menjadi salah satu bentuk dukungan tertinggi.

"Kemungkinan besar AI akan menjadi kekuatan yang membawa kebaikan, tetapi kemungkinan terjadinya hal buruk bukan nol persen,” kata dia dikutip dari CNN, Kamis (7/12/2023).

Pengembangan AI oleh Musk sendiri sebenarnya telah diinisiasi melalui Tesla yang mengembangakan mobil dan robot tanpa pengemudi di masa depan.


Menurut dia, xAI akan membantu dia untuk menemukan talenta AI yang dicari.

"Hanya ada beberapa insinyur dan ilmuwan AI terbaik di dunia yang bersedia bergabung dengan sebuah startup, tetapi mereka tidak bersedia bergabung dengan perusahaan besar dan relatif mapan seperti Tesla,” terang dia.


https://money.kompas.com/read/2023/12/07/151824326/elon-musk-cari-rp-1553-triliun-untuk-kembangkan-perusahaan-kecerdasan-buatan

Terkini Lainnya

Produsen Makanan Merk Almonesia dan John Farmer Berencana IPO, Lepas 20 Persen Saham ke Publik

Produsen Makanan Merk Almonesia dan John Farmer Berencana IPO, Lepas 20 Persen Saham ke Publik

Whats New
Manfaatkan Kerja Sama, Perta Arun Gas Geber Bisnis LNG di Indonesia

Manfaatkan Kerja Sama, Perta Arun Gas Geber Bisnis LNG di Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran 'Cash' Melanggar Aturan?

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran "Cash" Melanggar Aturan?

Whats New
Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Whats New
Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Whats New
Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Whats New
Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Whats New
Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Whats New
Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Whats New
Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Spend Smart
Ada Indikasi 'Fraud' Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ada Indikasi "Fraud" Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Whats New
AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

Whats New
5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

Spend Smart
Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Whats New
Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke