Tinggi, Harga Udang Laut di Lampung Barat

Kompas.com - 31/10/2009, 19:11 WIB
Editorprimus

LIWA, KOMPAS.com - Harga udang laut di sejumlah pasar di Lampung Barat, mengalami peningkatan, harga udang laut mencapai Rp 70.000/kg. "Harga udang laut tinggi, ini disebabkan daya tangkap nelayan menurun, akibat cuaca yang tidak mendukung, " kata pedagang ikan di Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Provingsi Lampung, Nopriansyah, di Liwa, Sabtu (31/10).
   
Dia mengatakan, dalam sepekan ini, pasokan udang berkurang. Pasalnya, nelayan terganggu akibat cuaca yang akhir-akhir ini tidak baik. Hal ini membuat tangkapan nelayan pesisir berkurang. "Pasokan udang dalam sepekan sangat berkurang, ini disebabkan cuaca yang tidak mendukung, juga permintaan udang yang tinggi membuat harga semakin melambung," kata Nopri.
   
Cuaca dan ombak yang tidak baik dalam beberapa hari membuat kesulitan nelayan untuk menangkap udang, harga udang melebihi harga daging pada umumnya, mencapai Rp 70.000/kg.
   
Selain permintaan yang tinggi akan udang laut, kelangkaan akan pasokan udang membuat sebagian pedangang memilih jenis ikan lain yang dijajakan .
   
Rata-rata pedagang ikan mampu menjual udang mencapai 15 kilo lebih, akan tetapi sepekan ini pasokan udang dari pesisir berkurang, juga daya beli masyarkat berkurang, sebab harga udang melebihi harga daging.
   
Sementara itu, warga Kecamatan Sukau, Lampung Barat, Rita Cahyani (32) mengatakan, dengan harga yang yang berlaku saat ini, membuat ia membeli lauk jenis lain yang lebih murah, karena harga udang sudah melebihi harga daging. "Lebih baik saya membeli lauk jenis lain, walaupun jenis lauk ini menjadi kegemaran keluarga, saya akan mengurungkan niat membeli karena sangat mahal," kata Rita.
   
Dia menambahkan, tingginya harga udang sebenarnya tidak berefek pada masyarakat, melainkan pedagang, sebab terlihat pedagang udang masih banyak yang tersisa. "Saya sangat kasihan pada pedagang ikan yang menjual udang, sebab dagangannya masih banyak, bahkan tidak laku, dan seharusnya pedagang harus pintar, setidaknya tidak menjual lauk yang harganya tinggi," kata Rita lagi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanaartha Life Rombak Jajaran Direksi, Ini Tujuannya

Wanaartha Life Rombak Jajaran Direksi, Ini Tujuannya

Whats New
Ternyata Indonesia Punya 'Saham' di IMF, Berapa Persen?

Ternyata Indonesia Punya "Saham" di IMF, Berapa Persen?

Whats New
Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Whats New
MLFF Bakal Gantikan E-Toll,  Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

MLFF Bakal Gantikan E-Toll, Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

Whats New
Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Whats New
Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Spend Smart
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Whats New
Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Whats New
Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Whats New
Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Work Smart
Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Whats New
Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari 'Middle Income Trap'

Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari "Middle Income Trap"

Whats New
Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Whats New
Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Whats New
Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.