Penambahan Kuota BBM Bersudsidi Ditolak

Kompas.com - 05/12/2010, 03:30 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

MUKOMUKO, KOMPAS.com - Pertamina menolak menambah kuota bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahar umum di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, karena menilai akan membuka peluang terjadinya penyimpangan.   

 "Pertamina tidak mau menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di beberapa SPBU di daerah ini karena khawatir akan menjualnya ke industri," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko Asrafil, Sabtu.

 Pihaknya mengusulkan kepada Pertamina untuk menambah kuota BBM bersubsidi di beberapa SPBU di daerah ini yang mengalami kekurangan stok.

 "Tetapi dari hasil pertemuan dengan pertamina menolak menambah kuota BBM itu dengan alasan takut terjadi penyimpangan dengan menjual ke industri," urainya.  

 Kepala Pengawas SPBU Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Apandi HR, mengatakan jatah BBM bersubsidi di daerah itu sebanyak delapan ton perhari dan tidak mencukupi memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di enam kecamatan.

 "BBM yang didistribusikan Pertamina ini baru setengah hari sudah habis, sedangkan setiap saat kendaraan roda dua dan roda empat ingin mendapatkan bahan bakar sejak pagi hingga sore hari," ujarnya.     

 "Bila premium masuk pagi tepat pukul 12.00 WIB sudah habis, sedangkan solar sekitar pukul 10.00 WIB," katanya.

 Enam kecamatan yang membutuhkan BBM bersubsidi dari SPBU ini yakni kecamatan Ipuh, Kecamatan Malin Deman, Kecamatan Air Rami, Kecamatan Sungai Rumbai, Kecamatan Pondok Suguh, dan Kecamatan Teramang Jaya.

 "Kalau menurut saya wajar BBM itu cepat habis karena dengan berbagai aktivitas masyarakat enam kecamatan itu, belum lagi kendaraan yang melewati jalan nasional di daerah ini," ujarnya.

Pihak SPBU pernah menyampaikan kekurangan stok BBM, namun belum ada realisasi penambahan dari Pertamina.

 "Usulan yang kami sampaikan sesuai dengan permintaan pemerintah kecamatan Ipuh," katanya.

 Camat Ipuh Kanadi, mengatakan hampir setiap hari kendaraan roda empat dan dua selalu antre mengisi BBM.

 "Saat kami tanyakan pihak SPBU ternyata stok BBM yang ada tidak mampu melayani jumlah kendaraan yang sangat banyak, sehingga kami berinisiatif menyurati Pertamina dengan tembusaan pihak SPBU untuk penambahan stok, namun belum direalisasikan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X